Suasana playgroup siang itu terasa aneh bagi Sekar. Ia dan Raka melangkah masuk dengan langkah tergesa, membawa rasa lega karena sebentar lagi bisa menjemput buah hati mereka. Namun, begitu sampai di ruang kelas kecil dengan dinding penuh gambar crayon, tak ada sosok Rana yang biasanya berlari menyambut. Siang ini mereka memang sedikit terlambat karena adanya meeting dadakan yang diadakan oleh Raka. Sekar pun sebenarnya sedikut jengkel dengan suaminya. Disaat dirinya sudah akan ijin keluar sebentar untuk menjemput Raka, malah ditahan karena pria itu juga ingin ikut menjempht putranya. Terlihat Guru kelas berdiri di ujung koridor dan berjalan menghampiri Sekar dan Raka berada. “Loh, Bu… Pak… ada apa? Bukannya Rana sudah dijemput?” suara lembut itu membuat Sekar dan Raka tersentak. Seka

