48

1121 Words

Halaman playgroup mulai sepi. Satu per satu anak dijemput orang tuanya. Rana masih duduk di bangku kecil, menatap gerbang dengan mata bulatnya. Tas bergambar dinosaurus ia peluk erat di d**a. Sebuah mobil berhenti di depan gerbang. Dari balik kemudi, Bagas muncul dengan senyum dipaksakan. Dari jendela belakang, sempat terlihat Nayla, tapi cepat-cepat Bagas menoleh dan menegur tajam. “Jangan turun. Kau tahu bocah itu tidak suka padamu,” desisnya. Nayla hanya melirik sinis, bibirnya menekuk. “Hati-hati, Bagas. Anak itu tidak sebodoh yang kau kira.” Bagas menutup pintu mobil dengan keras lalu melangkah ke gerbang, menampilkan wajah ramah yang dibuat-buat. “Rana…” panggilnya, suara dipaksa lembut. Bocah tiga tahun itu menoleh. Matanya langsung menyipit, bukan dengan senang, tapi curiga.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD