Keputusan

1069 Words

“Apa yang kalian lakukan malam ini memalukan!” ujar Diana menatap anak-anaknya bergantian. Sambil bertolak pinggang, tatapannya galak. “Tidak ada yang mengajarkan kalian mabuk dan berkelahi dalam menyelesaikan masalah.” Diana mengumpulkan kedua anaknya dalam kamar Genta. Dia tidak mau Tyas ikut campur dalam masalah ini, Tyas juga tidak boleh ada dalam kamar ini. “Genta yang mulai duluan,” sambar Argo tak mau kalah, suaranya juga tinggi, menunjuk wajah kakaknya. “Karena kamu menghina istrimu sendiri,” kilah Genta sambil menempel kompres di bibirnya yang luka. “Lelaki macam apa yang menghina istri sendiri?” tudingnya, suara Genta tak kalah tinggi, tidak mau kalah dengan adiknya. “Kamu sendiri? Lelaki macam apa meninggalkan perempuan yang dihamilinya?” sahut Argo, seolah itu adalah skak-m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD