Paginya, Tyas terbangun karena alarm ponsel Argo yang memekakkan telinga. Namun, alarm itu tidak bisa membangunkan Tyas sepenuhnya, wanita itu memejamkan mata lagi begitu Argo mematikan alarm. “Good morning,” bisik Argo mesra di telinga Tyas. Senyumannya tidak pernah luntur dari wajahnya. “Kamu hari ini nggak ke kantor?” tanyanya lagi dengan suara yang terdengar manis. Wanita itu masih mengumpulkan kesadaran, matanya memicing, mencoba melebarkan pandangannya. Tangannya mengucek mata, bau sabun yang Argo pakai menyeruak di hidung, Tyas tahu kalau Argo saat ini sudah rapi. “Jam berapa?” tanya Tyas, suaranya parau. Badannya berbalik menatap suaminya, yang tersenyum menatapnya. “Jam enam. Sengaja nggak bangunin kamu, tidurnya pulas banget,” ucap Argo. Tyas mencoba tersenyum, untuk pe

