“Sorry bangunin kamu ...” “Sebenarnya, sedang berusaha tidur,” sindir Genta. Tyas menatap wajah Genta dan langsung menerabas masuk ke dalam kamar lelaki itu. Masih dalam keadaan cemas, napasnya berembus dengan cepat. Tidak bisa duduk atau berdiri, kebingungan. Sementara, Genta sambil bersilang tangan di d**a memperhatikan Tyas, yang resah. Tidak ada pertanyaan yang keluar dari mulut Genta. Masih kecewa dengan wanita itu. “Ada yang bisa aku bantu? Kalau tidak ada, lebih baik kamu keluar dulu dari kamar ini. Aku nggak mau ada yang melihat kamu ada di sini.” Nada suara Genta begitu datar. “Aku tadi bangunin Mami, tapi sepertinya, dia sudah tidur. Dan ...” Alis Genta terangkat, menunggu maksud Tyas membangunkan dirinya malam-malam begini untuk apa? “Argo pergi, dan belum kembali.

