Tyas dan Samuel tampak asyik dengan pekerjaannya ketika Genta kembali ke ruangan. Mereka berdua fokus menatap laptop. Jarinya menari di atas kibor, tidak berhenti. Genta berpikir kalau Tyas acuh tak acuh terhadap dirinya. Apa yang wanita itu pikirkan? Genta dengan lemah mengeluarkan laptop. Dalam hati masih kebingungan, meski ada suara dalam pikirannya kalau semua yang dilakukannya sudah benar. Dan Genta berpikir ini adalah hari yang berat. Apalagi nanti kalau ada Marvel. Haruskah, Genta memikirkan lagi tentang hidup bersama dengan Marvel? Mata Genta tidak lepas memadang Tyas ada yang mau dia bicarakan. Keberadaan Samuel saat ini sangat mengganggu. Genta mengerang, kesal sendiri. Erangan Genta menarik perhatian Tyas dan Samuel. Menoleh ke arah Genta, mata mereka tidak mengedip ketika m

