“Lho, ini mau ke mana?” protes Tyas begitu melihat Genta memutar kemudi mobilnya. Berbelok arah bukan langsung ke rumah orang tua Argo. “Kelaperan!” sahut Genta acuh tak acuh dan singkat. Dia bahkan mengabaikan kendaraan bermotor yang membunyikan klakson, protes karena Genta belok secara mendadak. Melihat keadaan itu, Tyas tidak mau lagi bersuara. Dia tahu kalau Genta kelaparan tidak seorang pun bisa membelokkan niatnya untuk segera makan. Kecuali tidak ada satu pun makanan di dunia ini! Genta masih acuh tak acuh, saat dia menepikan mobilnya disatu restoran cepat saji. Makanan cepat saji memang dunia Genta, apalagi ayam goreng tepung terkenal. Genta bisa habis satu ember sendirian. Tas tidak heran dengan tujuan makan Genta malam ini. Macet, dana tidak ada tempat lain selain restora

