Konyol! Maki Tyas dalam hati. Tidak mungkin kalau Genta juga ikut menyuruh Tyas memilih rumah. Beberapa jam lalu, Argo yang memintanya untuk memilih rumah mana yang cocok dengannya. Tyas menatap Genta seolah mau bertanya kenapa harus aku? “Kenapa harus aku yang pilih?” Genta tersenyum. “Karena nanti kamu akan tinggal di sana,” jawab Genta lalu tersenyum. Namun Tyas tidak tersenyum, wajahnya begitu datar, menatap Genta, lelaki itu lalu pindah tempat duduk di sebelah Tyas. “Ras? Talk to me?” Tyas mengangkat kepalanya, jadi menatap Genta. “Apa ini mimpi?” “Apa perlu aku cubit?” Genta tersenyum. “Hm?” “Maksudku, kalau kamu juga tinggal di rumah itu ... artinya aku dan kamu?” “Tidak. Aku akan tinggal di apartemenku. Dalam dua bulan, rasanya cukup menovasinya. Sampai nanti kita meni

