Hari Yang Tenang

1669 Words

Sebelum jam sekolah berakhir, Buk Leli memberikan pengumuman melalui speaker tata usaha yang langsung tersambung ke setiap kelas. Beliau mengatakan bahwa seluruh siswa akan melakukan ujian  semester. Hal itu disambut dengan berbagai macam ekspresi dari siswanya, mulai dari kelas sepuluh hingga kelas dua belas. “Cepat banget ujian semesternya, padahal baru kemarin kita naik kelas dua belas,” sungut Vania tak suka. Tara hanya tersenyum saja melihatnya, terlebih lagi saat Felly juga ikut menimpalinya. “Iya, Van. Gue paling males kalau udah ujian, bikin sakit kepala aja,” ujarnya. “Makanya belajar,” sahut Sofia yang duduk di sebelah Vania. Otomatis Felly dan Vania langsung menoleh kepada Sofia yang terlihat santai aja tanpa peduli dengan tatapan itu. “Kayak lo yang paling pinter aja. Bia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD