Mendengar alexia memangil namanya, Henry memutuskan untuk berbalik dan menghampiri isterinya..
Ia mengangkat badan alexia membantu nya untuk berdiri Kemudian:
'Aku sangat mencintaimu Alexia,'
katanya,lalu mencium kening alexia kemudian bergerak pergi.
Alexia hanya berdiri mematung menatap pria yang sudah menjadi suami nya itu,alexia tak kuasa menerima kenyataan pahit ini,..
henry membalikkan punggungnya lalu berteriak:
'Aku mencintaimu,'
tambahnya dan berjalan keluar sepenuhnya.
'Henry!"
Teriak alexia berlari mengejarnya, Alexia yang sudah berada di gerbang melihatnya memasuki mobil tanpa menoleh ke belakang.
Tak terasa Air mata mengalir lembut dari sudut matanya,.
Alexia masih tertegun di sana hanya untuk melihat mobil itu keluar dari kompleks.
Sekali lagi dia akan sendirian seperti burung, bahkan burung pun punya teman.
Alexia kemudian berbalik,hatinya benar benar pilu,..
Dia mengelap airmata dengan baju nya,karena alexia tidak ingin menangis di hadapan para pekerjanya.
Ketika ia sudah berada di ambang pintu masuk,tiba tiba gerbang berteknologi tinggi terbuka secara otomatis dan sebuah mobil hitam masuk.
Alexia berbalik dan menunggu siapa yang ada di dalam mobil.
Begitu mobil diparkir, pintunya terbuka dan ternyata itu adalah ayahnya. Alexia menghela nafas, dia tahu apa yang diinginkannya.
'Ayah..."
panggil nya..
Pria tua jangkung dan tampan itu berjalan ke arahnya.
Alexia mengambil warna mata ayahnya, hazel. Sisanya dari ibu dan sebagian lainnya dari kakek dan nenek.
'Jangan pernah memangil ku ayah!"
teriaknya terlihat sangat marah.
Alexia kebingungan saat ini, dia tidak mengerti apa yang terjadi dan kenapa ayah nya tiba-tiba marah.
‘Apakah kamu atau tidak membatalkan saham Kylie di perusahaan itu?”
Ayah nyabertanya, matanya tertuju pada alexia.
Alexia menyipit kan matanya.
'Aku membelikan saham itu untuk Kylie karena dia adalah sahabatku tapi sekarang dia mengkhianatiku dan bukan lagi sahabatku, aku berhak membatalkannya,' jawab Alexia.
ALEXIA P.O.V (SUDUT PANDANG)
Aku melihat cara mata ayahku terangkat, dia menatapku seolah-olah dia akan memusnahkanku saat itu juga, tetapi aku tidak mengerti mengapa AYAH begitu marah.
Saya putri kandung nya dan kylie telah melakukan sesuatu yang sangat buruk kepada saya, itu hampir menghancurkan karier saya tetapi di sini ayah ku mendukung kayle seolah-olah dia telah melakukan hal yang benar.
Beliau mengambil dua langkah lebih dekat ke arahku, dia menunjuk ke wajahku dan berkata dengan gigi terkatup,
‘Jika kamu tidak membatalkan perbuatanmu pada Kylie, aku bersumpah akan membunuhmu dengan tanganku sendiri.” Setelah mengatakan itu, dia kembali ke mobilnya dan pergi.
Aku melihat ayahku pergi. Air mata membasahi pipiku tapi aku segera menghapusnya karena aku tidak ingin pekerjaku melihatku menangis.
Masuk ke dalam, aku mengambil tasku dan berjalan keluar...
Bagaimana mungkin ayah kandung ingin membunuh anaknya hany karena membela wanita pel4cur seperti kylie?
Hari ini benar benar hari pahit dalam hidup ku, setelah kepergian henry kini aku harus menerima kenyataan pahit dari ayah ku sendiri...
Malam ini aku memutuskan untuk tidur lebih awal,tak mau terlalu larut dalam kesedihan..
(setelah tiga hari)
Hampir setiap Saat mengemudi ke tempat kerja, pikiran tentang Henry terlintas di kepalaku. Hidupku bisa sangat menyebalkan, aku tahu aku kaya.
Sebenarnya, saya adalah salah satu wanita terkaya di dunia setelah ibu saya mewariskan seluruh kekayaan kakek dan nenek kepada saya.
Namun untuk apa jika saya di limpahkan dengan segalanya jika tidak dengan cinta dan perhatian?
Semua orang terus meninggalkanku, mulai dari ibuku, ayahku, sahabatku, hingga pacar pertamaku yang sangat kucintai.
Saat ini, Henry melakukan hal yang sama padaku. Saya tahu dia mempunyai beberapa masalah tetapi saya adalah istrinya dan saya harus menjadi prioritasnya.
Hari ini aku berkendara ke tempat parkir bawah tanah perusahaan dan menggunakan lift pribadi untuk sampai ke ruangan kantor pribadi besar saya.
Aku tidak ingin dibombardir dengan sapaan karyawanku.
Ketika saya sampai di kantor saya, saya duduk dan menatap tumpukan pekerjaan hari itu.
Itu ada hubungannya dengan penandatanganan dan pertemuan, menentukan hari saya untuk pertemuan. Tindakan membosankan yang sama setiap hari.
'Tidak ada hal menyenangkan yang terjadi dalam hidupku'.
Kataku di depan meja,..
Ketika hendak memulai pekerjaanku hari ini tiba tiba Regan (asisten pribadiku) yang masuk tanpa mengetuk pintu..
Namun mata ku tertunu dengan satu set file di tangannya.
Dia menaruh nya di mejaku sebelum duduk di depanku.
Wajahnya mengerutkan kening, dia terus mendecakkan mulutnya dan menggumamkan kata-kata pada dirinya sendiri.
Saya bertanya-tanya apa yang mengganggunya, jadi saya menghentikan pekerjaan saya dan memandangnya.
'Apakah kamu baik-baik saja?" Aku bertanya padanya dan dia menatapku seolah dia belum siap memberitahuku.
'Bu, Dylan young telah kembali ke kota."
Dia memberitahu ku dengan ekpresi wajahkesal.
Aku menoleh ke arahnya, terkejut dengan informasi itu.
Aku bahkan tidak tahu alasan aku terkejut, aku hanya tahu dia bepergian dan berencana untuk tinggal di Tiongkok,namun...
'Dylan young perusahaan sebelah itu?!!" Tanyaku, masih tidak yakin mengapa aku terkejut dengan kedatangannya.
"Ya,"
Regan memutar matanya, begitu juga aku.
Regan telah menjadi asisten pribadiku selama bertahun-tahun dan dia mengetahui hampir segalanya tentangku jadi aku tidak terkejut dengan reaksinya.
'Kenapa dia kembali? Kupikir dia akan mati di negara asing yang dia datangi." Aku memutar bola mataku lalu mendekatkan wajahku ke berkas-berkas yang berserakan di mejaku.
'Mengapa kamu ingin aku mati?"
Tiba tiba suara dylan young menembus telingaku. Suara yang aku benci untuk didengar masuk ke telingaku dan membawa sensasi ke tubuhku.
Regan mengangkat matanya. Dia mendesis dan berjalan keluar sambil membawa beberapa file yang telah kukerjakan, bersamanya.
Saya merasa Regan bertindak lebih dari saya, dan sejujurnya, saya memahaminya.
Dylan bukanlah seseorang yang harus saya sambut di kantor saya, tetapi apa yang bisa saya lakukan? Ayahnya dan kakek-nenek saya adalah mitra Bisnis dan kami otomatis juga harus menjadi mitra Bisnis. Dia bahkan punya kantor di samping kantorku.
Aku mencela hari dimana aku menyetujui kantornya berada tepat di sebelah kantorku, aku seharusnya benar-benar memikirkannya tapi aku tidak melakukannya dan sekarang, aku harus menjalaninya seumur hidupku. Setidaknya sampai Tuhan menjawab doaku dan dia mati.
Aku memperhatikan dia berjalan mendekatiku.
ENDS OFF P.O.V
btw mohon maaf jika saya harus melanjutkan percakapan mereka di kantor, karena author udah gada ide hahah
Dylan young masuk ke kantor Alexia dengan penampilan tampan seperti biasanya. Rambut hitamnya ditata agar sesuai dengan wajahnya, mata birunya sebiru lautan. Dia tersenyum pada ku lalu duduk di hadapan meja ku..
"Kenapa sepertinya asistenmu membenciku?" dia bertanya sambil memandang regan yang baru masuk,regan suduk di sebelahnya.
“Aku tidak memberimu izin untuk duduk.”
Ucap dylan young mengangkat alisnya.
'Dan aku tidak bertanya,'
jawab regan sombong.
Alexia tidak berkata apa-apa dia hanya menggeleng kepala..Kemudian dia mengerjakan file di depannya sambil bertanya-tanya apa yang diinginkan dylan young .
Namun, dia tidak mengatakan apa-apa, sedari tadi hanya menatap lavini saat dia bekerja.