'Jika Anda ingin melihatnya bahagia mungkin Anda harus melakukan apa yang bisa membuatnya bahagia. Suatu hari nanti, dia akan menyadari bahwa apa yang kamu katakan itu benar, tetapi saat ini, dia terlalu dibutakan oleh cinta untuk melihatnya. Dan jika itu benar-benar membuatnya bahagia, maka kamu akan tahu bahwa kamu telah memenuhi bagianmu,"
kata pria aneh itu.
'Jadi aku harus membayar seratus dua puluh juta rupiha untuk pernikahannya?"
Alexia bertanya, dia dengan lembut mendekatkan wajahnya ke wajah pria. .
Namun saat itu gelap, dia tidak bisa melihat wajah pria itu dengan jelas..
'Bagiku itu konyol!"
jawabnya.
Alexia tertawa dan dia melakukan hal yang sama. Lelah, dia menyandarkan kepalanya di bahu orang asing itu, tidak peduli bahwa dia baru saja bertemu dengannya.
'Hanya dia yang kumiliki. Dia satu-satunya keluarga yang tersisa bagiku."
Alexia bergumam, matanya tertutup rapat dan kegelapan menyelimutinya dalam hitungan detik.
* * * * * * * * * * * *
Alexia dengan lembut membuka matanya, dia melihat sekeliling ruangan, itu sangat familiar. Dia buru-buru duduk dan melihat sekeliling lagi. Memang familiar karena itu kamarnya.
'Astaga, apa yang terjadi?"
Alexia menyentuh dahinya, dia hanya ingat berbicara dengan orang asing di tepi danau. Menyadari dia telah tertidur di bahu orang asing itu, dia membuka mulutnya lebar-lebar.
'Bagaimana kalau dia penjahat? Bagaimana aku bisa tidur dengan orang asing di sisiku?" Dia menegur dirinya sendiri dan turun dari tempat tidur.
Alexia berjalan ke kamar mandi dan kemudian mandi. Masih menegur dirinya sendiri secara mental, dia menyikat giginya dan kemudian mandi.
Setelah selesai, dia keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit dadanya.
Alexia tidak mau membuang waktu untuk mengenakan berpakaian bekerja, dia bolos kerja kemarin, dan dia tidak ingin melakukan hal yang sama lagi.
Mengambil kunci mobil dari meja, dia berbalik dan melihat Fiona berjalan ke kamarnya.
'Selamat pagi, Bu."
Sapa Fiona.
'Bagaimana aku bisa pulang kemarin? Apakah asa orang yang mengantar ku kemari?"
Alexia masih bingung akan hal itu. Dia bertanya-tanya apakah orang asing itu yang membawanya pulang.
'Nyonya, seseorang menelepon saya kemarin dan berkata untuk menjemput Anda. Saya harus menelepon supir dan kami berdua menjemputmu kemarin, juga, supir membawamu ke kamar saat kamu tertidur lelap"
balas fiona..
'Oh, terima kasih kalau begitu,"
Jawab Alexia kemudian, lalu keluar dari kamarnya dengan Fiona berjalan di sisinya.
Saat sedang berjalan namun ingatan tentang orang asing itu menyusup ke dalam pikiran nya.
Membuat akexia bertanya-tanya
siapa dia dan dalam hati bersyukur kepada Tuhan bahwa dia bukan penjahat atau bahkan pemerkosa, ceritanya akan sangat berbeda.
Saat itu, teleponnya berbunyi bip. Dia tanpa berpikir panjang mengambil telepon dari tas tangannya dan kemudian membuka pesan yang masuk.
Itu dari nomor yang aneh.
^Saya senang berbicara dengan Anda tadi malam^
Tertanda Penggagum rahasia mu
Alexia menghela nafas mendengar pesan yang dibacanya. Dia bahkan tidak mengira itu mungkin dia.
'Jadi aku beneran bertemu dengannya tadi malam dan aku tidak sedang bermimpi?
Alexia memutar matanya.
'Baiklah sekarang, aku ingin mengetahui siapa dia sebenarnya"
Alexia berbicara pada dirinya sendiri dan kemudian berjalan menuruni tangga.
Namun, dia belum mencapai setengah jalan ketika dia melihat seorang pria muda tinggi dengan rambut coklat berjalan ke arahnya.
Ia mengenakan jas keseluruhan dengan setelan jas hitam yang pas dengan tubuhnya yang tinggi dan langsing.
'Henry?!"
Alexia berseru bersemangat, memperhatikan saat dia berjalan ke arahnya.
alexia seharusnya marah namun saat ini semua amarah nya itu sudah di buang jauh jauh.. dia berjalan ke arah suaminya dan meninju sampingnya sambil bercanda.
'kenapa tak mu angkat telepon dari ku? Apakah kamu tahu Aku meneleponmu berulang kali!"
Ujar alexia berpura-pura marah.
Henry membungkuk dengan lembut hingga sejajar dengannya, dia mencium bibir alexia dan menariknya ke dalam pelukan.
'Kamu tidak akan percaya apa yang terjadi padaku,'
Henry mulai bicara..
'Ya ampun, apa yang terjadi?!"
Alexia bertanya, khawatir dan ketakutan membentuk wajahnya.
Henry menghela nafas, dia melepaskan pelukan nya dan kemudian berbalik ke kamar.
Alexia berjalan di belakangnya dengan cepat.
Ketika sudah sampai di kamar, henry mengambil tas travelling dan meletakkannya di tempat tidur, dia mulai memasukkan semua pakaiannya ke dalam tas dengan ekspresi sedih.
'Apa yang kamu lakukan Henry? Apakah kamu baik-baik saja?"
Alexia bertanya, mengikutinya saat dia mengemasi pakaian ke sana kemari.
Henry tidak berkata apa-apa, lanjutnya hingga ia mengosongkan lemari.
Dia menutup ritsleting tasnya dan meletakkannya di lantai di samping alexia.
Saat ini Alexia sudah mulai menangis.
'Apa yang telah aku lakukan padamu? Aku tidak melakukan apa pun selain mencintaimu dan di sini kamu mengemasi barang-barangmu. Kita baru saja menikah dan kamu sudah ingin meninggalkanku?!!!"
Alexia membentaknya, tampak kelelahan.
Henry menghela napas dan berjalan mendekati alexia, lalu menarik nya ke dalam pelukan.
Alexia lebih kecil dibandingkan dia.
Wajah chubby nha menjadi bengkak dan rambut hitam panjangnya menempel di banu henry..
'psst, asal kamu tahu Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku sangat mencintaimu Alexia dan bersamamu hanyalah impianku."
Jantung mereka berdetak bersamaan saat dia mengucapkan kata-kata ini. Suasana hening dan hanya suara dan detak jantung yang terdengar.
'Tapi aku harus mengurus beberapa hal. Aku ingin memberitahumu tapi aku tidak bisa. Jika aku memberitahumu, kamu akan sangat khawatir dan hal terakhir yang tak aku inginkan adalah membuat kamu khawatir."
Setelah mengatakan itu henry berhenti dan melepaskan diri darinya.
Kemudian henry mengangkat tangan nya ke wajah alexia dan dengan lembut mengusap matanya yang sudah bercucuran air mata, dia menatap dengan intens.
'Aku sangat mencintaimu jadi biarkan aku memikul beban ini sendirian. Tolong jangan pernah lupa aku sangat mencintaimu dan kamu ada di hatiku setiap hari dan setiap saat. Aku minta maaf karena tidak mengangkat teleponmu tapi aku berjanji sekarang, aku akan mulai mengangkat semua teleponmu dan meneleponmu setiap hari,"
Henry mengucapkan setiap kata dengan jujur dan air mata nya juga berair.
Suaranya tegang dan cara tangannya bergetar dengan lembut menunjukkan betapa paniknya dia.
'Aku sangat mencintaimu Alexia,'
kata nya lagi, kemudia. mencium kening alexia, dan bergerak pergi.
Alexia memperhatikan saat dia membalikkan punggungnya.
'Aku mencintaimu,'
tambahnya dan berjalan keluar sepenuhnya.
'Henry..."
Panggil alexia yang tak kuasa dengan perpisahan, pertemuan ini harusnya dia bahagia namun kenyataan nya begitu pahit..
Alexia sudah tahu ada yang tidak beres dengan suaminya henry,sepertinya dia takut akan sesuatu.
Tas Alexia jatuh dari tangannya dan dia memperhatikan ke arah pintu, berharap ini semua hanya mimpi nya,namun kenyataan begitu pahit..
Kini ia harus kembali menyendiri, tak tahu harus berapa lama lagi:)
Tanpa sadar, alexia memanggil nama suami nya dengan berlinang air mata..
'Henry!"