'Apa yang kamu inginkan?!"
Alexia menjadi balistik, dia mengepalkan tangannya di samping tubuhnya. Dirinya mengamuk karena marah.
'Mengapa? Alexia, kenapa kamu bersikap jahat padaku lagi?"
Suara kecil itu berbicara dengan penuh kemunafikan sehingga membuat Alexia mendengus.
'Aku tidak punya apa-apa untuk dikatakan kepadamu, dasar pel4cur!'
Alexia melebih-lebihkan kata terakhirnya dan menatap ayahnya yang kini sedang marah padanya.
'Ayah, apa yang kamu lakukan dengan Kylie, ya? Kamu tahu betapa aku membenci gadis ini dan kamu bersamanya? Kenapa?"
Alexia bertanya selembut yang dia bisa, menyampaikan kemarahannya.
'Anda bodoh! Aku ingin tahu dari mana ibumu mendapatkanmu. Kylie memberitahuku betapa kamu membencinya sekarang, kamu harus menghapus amarah itu karena Kylie adalah ibu tirimu yang baru," ayahnya mengumumkan.
Kata-kata ayahnya menyebabkan gempa di hatinya. Mata alexia membelalak ngeri dan mulutnya terbuka secara impulsif sementara tangannya terjatuh lemah di sisinya.
'Apa? Ayah, bagaimana kamu bisa mengatakan itu? Kylie dulunya adalah sahabatku, mengapa kamu berkencan dengan seseorang seusiaku? Tidak, maksudku bukan kamu tidak boleh berkencan, tapi carilah seseorang seusiamu dan bukan pel4cur menjijikkan ini."
Alexia menatap Kylie dengan mata jijik. Dia tidak percaya ayahnya akan berpikir untuk berkencan dengan Kylie. Kylie memang menarik, tapi dia seharusnya tidak tertarik pada ayahnya.
'Panggil dia p*****r sekali lagi dan aku akan membanting wajahmu ke dinding!"
Ayah alexia setengah berteriak, matanya merah seperti darah membuktikan bahwa dia bersungguh-sungguh dengan semua kata yang dia ucapkan.
‘Ayah?!”
panggilnya tidak percaya. Alexia merasa kecewa pada ayahnya dan sedih karena ayahnya bahkan mengatakan semua itu padanya karena Kylie.
'Tutup mulutmu! Tujuan Saya menelepon mu untuk datang ke sini karena saya membutuhkan dana untuk pernikahan kami. Kylie menginginkan pernikahan mewah dan saya ingin memberikan hal itu padanya. Berikan kepadaku bagianku dari harta ibumu,”
ucap ayah alexia lebih seperti perintah daripada permintaan.
Hal ini membuat Alexia marah. Dia mendengus marah dan menatap ayahnya.
'Ayah, kamu tidak mendapat bagian dalam kekayaan ibu. Itu tidak pernah menjadi milikmu dan tidak akan pernah menjadi milikmu. Lagipula, menurutmu jika kamu memang punya bagian, aku tak akan memberikannya kepadamu, karena itu hanya untuk dilimpahkan pada pel4cur itu"
Alexia mengangkat alisnya dan menunjuk ke arah Kylie.
Alexia belum menyelesaikan pernyataannya namun ayahnya beranjak dari kursi berjalan menghampiri nya dan memberi alexia tamparan keras yang membuat wajahnya miring ke samping dengan rambut tersebar di seluruh pipinya yang merah terbakar.
Alexia membuka mulutnya dengan terengah-engah, dia tidak menyangka tangan ayahnya akan menyentuhnya.
Meskipun ayah alexia tidak terlalu ramah padanya,namun ayah nya tidak pernah memukul Alexia.
Hal terakhir yang dia pikirkan adalah ayahnya memukulnya karena membela Kylie.
Sementara itu, Kylie tersenyum mengejek.
Dia senang dan puas.
Alexia membutuhkan waktu 10 detik untuk memikirkan apakah dia sedang bermimpi atau ayahnya benar-benar memukulnya.
Kemudian alexia dengan lembut menoleh ke ayahnya yang sedang terbakar amarah.
'Kirimkan aku seratus dua puluh juta rupiah sebelum malam tiba atau kamu akan melihat sisi lain diriku,'
perintahnya.
Setelah mengatakan itu ayah alexia pergi bersama Kylie.
Alexia dengan lembut mengusap air mata yang mengalir ke bibirnya, dia menatap ayahnya dan Kylie saat mereka menaiki tangga.
Lebih banyak air mata mengalir di matanya, dan tinjunya mengepal di sisinya.
Alexia tahu Kylie sengaja melakukan ini hanya untuk mempermainkan dirinya.
'Bu, aku takut."
Hanya itu kata yang keluar dari mulut alexia.
Tak mau berlama lama di sana akhirnya alexia berjalan keluar rumah dan menuju mobilnya. Badan nya serasa Lemah dia tidak menyalakan mobil,melainkn duduk diam dan menangis,saat ini semua kekecewaan nya bercampur aduk.
Baginya Seratus dua puluh juta rupiah adalah jumlah terkecil dalam kekayaannya.
Alexia sedih karena ayahnya akan menghabiskan uangnya untuk hal paling bodoh yang pernah terpikirkan oleh pria berusia akhir 40-an.
Akhirnya alexia dengan lembut menyelipkan rambut yang menempel di wajahnya ke belakang telinganya.
Dia memeriksa tasnya dan mengeluarkan ikat rambut yang dia gunakan untuk menyanggul rambutnya.
Alexia dengan lembut menyeka matanya dengan tisu dan membuangnya ke tempat sampah di belakang mobilnya.
Akhirnya Dia punya sedikit kekuatan untuk pergi keluar rumah.
Saat sedang mengemudi alexia teringar dengan henry, jadi dia memutuskan untuk menelepon nya..
Apalagi saat ini alexia paling membutuhkannya..
Panggilan telepon alexia tidak pernah
Diangkat..
'Demi Tuhan, kamu adalah suamiku!'
Alexia berteriak frustasi dan memukul stir kemudi mobil nya beberapa kali.
Alexia sangat kesal karena dia membutuhkan Henry saat ini, dia sangat membutuhkan seseorang untuk diajak bicara.
'Angkat saja teleponnya!!"
Alexia berteriak lagi, hatinya hancur ketika telepon berdering dan berdering namun henry tidak pernah mengangkatnya.
Semakin banyak air mata keluar dari matanya, jatuh seperti pancuran yang mengalir.
Ketika dia tidak memiliki kekuatan untuk terus mengemudi, alexia memutuskan untuk berhenti di sebuah danau.
Dia keluar dari mobilnya dan berjalan ke tepi danau.
Hari sudah sore, matahari sudah berubah warna menjadi jingga hangat, bermain-main di atas air danau.
Alexia menghabiskan sebagian besar waktunya di restoran Rayden dan hanya pergi ke rumah ayahnya ketika hari sudah malam. Sekarang, matahari sudah pergi dan kegelapan mulai datang.
Air mata mengalir di matanya mengetahui.. ibunya alexia juga suka memandang air danau,jadi setiap kali dia melihat air danau, itu mengingatkannya pada ibunya.
'Bu, kenapa aku diperlakukan seperti ini? Ayah memukulku hari ini dan itu sangat mengejutkanku. Kurasa inilah yang ingin Kylie sampaikan kepadaku, aku seharusnya tahu gadis itu adalah berita buruk. Astaga, aku tidak percaya dia menyampaikan perilaku nakalnya kepada ayah dan ayah menerimanya. Aku bahkan tidak bisa membayangkan dia menjadi ibu tiriku. Aku sangat membencinya."
Alexia mengerang sambil menangis..
Kemudian ia dengan lembut mengangkat kakinya dan melingkarkan tangannya di atas lutut, lalu terisak pelan.
Tiba tiba sebuah tangan menyentuh di bahunya, dan dia menjerit.
'Apakah kamu baik-baik saja?"
suara seksi yang berbahaya terdengar di belakang telinganya.
'Hah?"
Alexia mengangkat kepala dan menatap pria di depannya.
'Suara itu begitu familiar di telinganya.'
Butuh beberapa saat bagi Alexia untuk menenangkan diri, dia menoleh ke depan lalu menjawab,
'Saya baik-baik saja."
Memikirkannya lagi dia memutuskan untuk mengungkapkan pikirannya.
'Kau tahu, aku tidak baik-baik saja. Aku tidak ingin ayahku menikah dengan mantan sahabatku. Aku tidak ingin dia menjadi ibu tiriku dan berpikir untuk menggantikan ibuku." Alexia menghela nafasnya dengan terengah-engah.
Pria aneh itu mendengarkannya, lalu dia duduk di samping alexia.
Pria itu mengenakan hoodie hitam yang menutupi dahinya,..
Membuat Alexia tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas..,itu tak masalah,bisa mendapat teman curhat saja tu dah cukup..
'Jadi, apa yang ingin kamu lakukan?"
Pria misterius itu bertanya.
'Aku... aku tidak tahu. Aku hanya... Aku ingin melihat ayah ku bahagia tapi aku merasa ini bukan jalan menuju kebahagiaannya,"
ucap alexia sambil memandang ke angkasa.