12. Naomi Messhana Elois

1104 Words
Pagi hari ini di Aula Enourmus dipadati karyawan. Hellena masih menunggu diluar mondar-mandir dengan ponsel di dekatkan di telinganya menunggu jawaban seseorang menjawabnya. Sekali-kali dia mengigit kuku di jarinya menandai dia dalam keadaan panik. Naomi dengan pakaian kerja yang sederhana, terlihat mempesona di mata orang lain. Itu yang Edward sering bilang kepada Naomi. Kini dia sedang berlari-lari menandai dia sedang terlambat hari ini. "Na.. !" El melambaikan tangannya kepada Naomi. "Ya ampun na, Kok kamu bisa telat sih untung belum mulai. Tadi aku ke ruangan mu tapi kata Cici kamu belum datang. Aku menelepon mu Beberapa kali tapi nggak di angkat-angkat." "Maaf aku nggak sempat melihat ponsel ku." Naomi mengatur napasnya agar dia bisa bernapas dengan teratur lagi habis lari membuat dia ngos-ngosan. "Maaf ya El udah membuat mu khawatir, tadi subuh Lea tiba-tiba sakit perut" "APA ? Lea sakit perut lagi ?" Tentu saja El kaget dengan ucapan Naomi barusan. "Pelanin suara mu El" terlihat orang-orang melirik dan memperhatikan kami berdua. "Astaga Maaf aku kaget, Trus kamu suruh dia untuk ke sekolah juga hari ini Na?" "Nggak kok, aku bukan ibu sekjalam itu. Aku pengen izin tadi. Tapi semalam aku sempat berbincang sama Lea bahwa di perusahaan ada pertemuan gitu, aku bilang sama dia Bunda tidak tahu bisa pulang lebih awal atau tidak. Jadi dia udah nangkep bahwa aku akan ada acara penting di kantor jadi kata Lea, aku nggak boleh izin. Katanya dia nggak kenapa-kenapa cuma masuk Angin jadi dengan berat hati aku titip sebentar dia sama Budhe Atika. Aku nggak tahu harus bagaimana lagi El itu jalan satu-satunya." "Kami cuma berdua, dan aku bersyukur Budhe Atika baik sama kami. Tapi aku tahu aku nggak boleh memanfaatkan mereka walaupun mereka bilang nggak keberatan dan malah senang Lea bermain dan berkunjung ke panti." "Semua serba mendadak El dengan terpaksa aku nitip Lea di tempat Budhe, aku nggak kepikiran cara lain lagi." "Iya, Padahal nggak papa juga kan bisa minta izin hari ini. Jadi nggak perlu datang." "Aku nggak mau cari masalah di hari pertama direktur baru masuk El, kita nggak tahu cara kerjanya bagaimana. Apalagi Ini lah perkejaan ku satu-satunya yang aku punya. Kalau aku di pecat aku nggak tahu aku dan Lea harus ngapain ini kota besar ini, lagian nyari perkejaan aja susah di sini." "Astaga Na, jauhin pikiran yang nggak baik itu. Ya udah ayo kita masuk sebentar lagi acara akan mulai." *** Tepuk tangan bergemuruh saat direktur baru muncul di Aula Enourmus. Naomi dan El kebagian tempat bagian belakang yang tersisa, jadi tidak begitu jelas wajah direktur baru ini. Setelah pengarahan dari pihak acara waktunya giliran Fahlefi, tanpa basa-basi Direktur menyampaikan aturan di perusahaan ini. "Saya memiliki peraturan disini, mungkin akan berbeda dengan direktur lama. Bagi kalian disini tidak bisa mengikuti aturan yang saya buat, silahkan angkat kaki dari perusahaan ini. Perusahaan ini butuh orang-orang kompeten, masih banyak orang yang diluar sana menginginkan pekerjaan mu yang kamu kerjakan sekarang ini. Kalau kalian tidak sanggup silahkan mengundurkan diri dari pekerjaan kalian." Seketika terdengar bisik-bisik disana sini. "Saya tidak ingin membuang waktu ku terlalu lama berada di ruangan ini." "Dia kira dia tidak membuang waktu kita dengan berada disini, " itu terdengar bisik-bisik di sebelah kiri kami. "Pertama jika ada yang menjalin hubungan asmara bersama rekan kerja di sini silahkan angkat kaki dari perusahaan ini saya tidak suka ada huru hara drama berakhir perselingkuhan bahkan bunuh diri di perusahaan ini." Terlihat ada yang saling pandang dan berbisik-bisik lagi kali ini terdengar rusuh. "Hmm.." terdengar deheman Fahlefi kemudian dia melanjutkan ucapannya lagi "Kecuali mereka berdua sudah menikah disini itu boleh kalau masih pacaran silahkan mengundurkan diri. " "Kedua, jika ada diantara kalian pergi meninggalkan kantor sebelum jam pulang terkecuali ada urusan kantor di luar. Kalau ada yang melanggar kalian di PECAT. " Tiba-tiba riuh tadi seketika mendadak hening. "Ketiga, Jika ada di antara kalian tidak datang kekantor tanpa ada alasan yang jelas kalian akan di PECAT." kata pecat sangat di tekan sekali oleh Fahlefi. "Mungkin dari kalian udah paham apa yang saya sampaikan tadi dan saya minta seluruh kepala bidang Devisi untuk menyerahkan rekap absen hari ini ke ruangan ku dan bagi yang tidak hadir hari ini langsung di pecat aja jika mereka tanpa ada alasan yang jelas." "Berkerja lah dengan kejujuran disini. Sekian dari saya." Fahlefi berdiri dan segera meninggalkan ruangan tersebut. Naomi menghela napasnya karena dia sangat beruntung bisa hadir hari ini kalau tidak, dia akan mengucapkan selamat tinggal sama perusahaan tersebut. "El aku sangat beruntung hari ini." "Wah aku speechless Na apa yang di ucapkan sama pak direktur kita tadi." "Tapi dia ganteng lho Na." "Ganteng sih ganteng tapi bisa bikin serangan jantung setiap saat." "Mending buang aja ke laut manusia seperti itu." Ujar Naomi dengan ucapan becanda nya. "Tapi kita harus patuh kalau tidak mau kehilangan pekerjaan kita ini." ujar teman yang lain. "Wah aku tidak menyangka Pak Fahlefi punya sisi seram juga ya. " "Tapi gila ganteng banget lho, dia tipe aku banget." "Lo nggak dengar tadi dia bilang apa" "Hooh , kata pecatnya itu lho melukai hati ku." Terdengar bisik-bisik di sana sini. "Tidak boleh pacaran sesama karyawan disini, adu gawat nih aku terpaksa harus backstreet sama pacar ku kalau kita ketahuan kami akan di pecat." "Ngeri ya, itu baru 3 poin yang disampaikan." "Ayo cepat kita tinggalkan ruang ini kita harus tanda tangan absen dulu sebelum kepala devis menyerahkan sama pak Fahlefi dan sebelum kita di usir dari pekerjaan kita." Kami juga ikut meninggalkan ruangan aula ini menuju ruangan kami. ... "Hah, Aku pak.. ?" "Di panggil ke ruangan pak direktur ?" "Salah aku apa Pak ?" "Na, emang harus bikin salah dulu baru di panggil ? nggak seperti itu lho. Ayo cepat sebelum direkturnya darah tinggi lagi." "Nah kan pak, bikin Aku takut aja." "Apakah aku dipecat ?" "Mana mungkin di pecat karyawan sekreatif dan sepintar dirimu di pecat Na, ada-ada saja pikiran mu Na." "Duh nggak mempan pak pujiannya tetap aja aku masih cemas." " Buruan ke ruangannya sekarang." "Oke Pak aku permisi dulu." Naomi meninggalkan ruangan pak Iqbal menuju ruangan direktur. "Huh, Bismillah.." Tok.. Tok... Naomi mengetuk pintu dua kali. "Masuk.." Terdengar suara dari dalam, Naomi menekan handle pintu dan masuk ke ruang di rekrut. "Siang Pak..!" Fahlefi yang sebelumnya posisi membelakangi kini dia memutar kursinya ke arah depan. "Hm siang.. " Dengan file yang ada di tangannya, umur yang sangat muda, sudah Janda, sudah punya anak ? Dan anaknya yang bilang aku ini orang kaya yang tidak tau diri itu kan wah aku tidak menyangka bakalan ketemu lagi dengan wanita ini sungguh aku tidak menyangka. Ujar Fahlefi dalam hatinya. "Wow, "Fahlefi menyeringai. "Naomi Messhana Elois, Apakah kamu seorang Janda ?" ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD