Dalam perjalanan pulang, Arvan melihat ke arah Aditya dan selalu saja Aditya tersenyum lalu Arvan pun menanyakan apa yang membuatkan Aditya seperti itu dan apa karna Elina? tetapi Aditya tidak mengendahkan pertanyaan Adiknya itu.
Mereka telahpun tiba di rumah mereka, Aditya dan Arvan seperti anak kecil yang berebut masuk ke dalam rumah lalu masing-masing menuju ke kamar.
*Setelah Elina masuk ke rumah , Elina terus saja menuju ke kamar mandi dan membersihkan dirinya lalu setelah selesai Elina pun melemparkan dirinya ke ranjang sambil memikirkan kata-kata yang Aditya ungkapkan.Tanpa Elina sedari ,Elina sudah pun menyukai Aditya namun ia tidak berani mengungkapkannya kepada Aditya.
Keesokan harinya Rina bangun dan bergegas menuju ke kamar anaknya Elina ,lalu ia melihat Elina sudah bersiap-siap seperti ada perjanjian.. Ibu Elina terus memeluk Elina dan bertanya "Kemana saja kamu semalaman sayang?" tanya ibunya. "Elina tidak pergi ke mana-mana bu ,Elina cuma pergi ke rumah teman Elina saja tapi kan sekarang Elina sudah balik dalam keadaan baik-baik saja." kata Elina tersenyum. "Yah kalo begitu syukurlah ya nak ya. sekarang ayo kita turun ke bawah, makan sarapan" kata ibunya yang sudah tidak memperpanjangkan pertanyaannya tentang Elina semalam.
"baik bu,ibu duluan aja, nanti Elina turun" jawab Elina. Kemudian ibunya pun turun lalu Elina menghantar pesan ke Aditya "good morning dit, jangan bilang ke ortu ku soal semalam ya.Aku tidak mahu mereka khawatir sama aku. Terima kasih" kata Elina Lalu ia turun untuk pergi sarapan. ketika di meja makan Elina melihat ibu dan ayahnya sudah menunggunya lalu ia terus duduk dan mengucap salam..sedang ibunya menyendok makanan ke dalam piring.Ayah Elina meminta maaf kepada Elina tentang perbuatannya itu dan Ayahnya mengatakan bahawa ia akan membatalkan niatnya untuk menikahkan Elina dan Aditya. Elina waktu itu pun hanya mengangguk sahaja.namun dalam hatinya berkata "Kenapa fikiran ayah secepat itu berubah?" kata hati kecilnya yang tidak tahu apa ie perlu sedih atau pun gembira.
Sedang mereka makan, bunyi ketukan pintu mereka membuatkan Ayah Elina berdiri lalu membuka pintu namun tidak lain tidak bukan seorang pria tinggi ,putih berseri dan ketampanan wajahnya menyerlah datang ke rumah Elina iaitu Aditya Romeo. Lalu Aditya mengucap salam lalu bertanya "Om apa Elina sudah pulang?" katanya berpura-pura tidak mengetahui apa yang telah berlaku. "Iya.sudah, kamu masuk aja dulu nanti ada yang om mahu omongin" kata Reo. "baik om" jawab Adit lalu menuju ke sofa. Ayah Elina menjemputnya makan namun Adit mengatakan ia sudah makan sebelum menuju ke sini.
Selepas keluarga Elina makan, mereka menuju ke sofa dan Aditya melihat Elina yang hanya terdiam lalu Ayah Elina bertanya kepada Adit tentang apa yang ia lakukan di rumahnya..dan Adit menjawab ,kedatangannya ke rumah Elina adalah untuk menjemput Elina karna ia mahu membawanya jalan tapi dihalang oleh ayah Elina ."Kamu tidak perlu membawanya kemana-mana" katanya membuatkan Elina dan Aditya terpandang antra satu sama lain. "Om sudah memutuskan agar membatalkan pernikahan kamu dengan Elina. Mungkin saja Elina mahu sambung kembali persekolahannya ke universiti dan belum sedia menikah. Om harap kamu mengerti" sambung ayahnya lagi dan sekali lagi membuatkan Adit terkaku dan malu karna kedatangannya itu disambut seperti itu. "mengapa Om sesuka hatinya seperti itu? apa om dan papaku sudah berbincang mengenai itu?" tanya Adit. tetapi ayah Elina berkata bahawa itu semua sudah tidak penting sekarang dan menyuruh Adit menyampaikan permintaan maafnya kepada Tuan Saputra atas keputusan yang Reo lakukan.
Aditya sangat kecewa atas tindakan terburu-buru yang dilakukan oleh ayah Elina dan tambahan pula Elina juga tidak bersuara seperti sudah menyetujui kehendak ayahnya. dan Ayah Elina juga meminta Adit untuk tidak bertemu dengan Elina lagi..Aditya memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya lalu meminta diri dari rumah itu. Dalam hati ,Elina tidak mahu itu terjadi namun ia tidak mengetahui apa benar hatinya itu jatuh cinta kepada Aditya atau hanya karna terbawa suasana malam itu. Lalu ia membiarkan saja Adit pergi begitu sahaja.
Adit pulang ke rumah dengan perasaan sedih dengan aksinya yang seperti orang tidak siuman karna rambutnya yang rapi itu sudah kusut masai dan itu membuatkan ibu nya heran melihat anaknya itu lalu ibunya pergi ke tempat Adit.
"Adit, yang sabar ya. mama tahu kamu mencintai Elina tetapi mama tidak tahu kenapa Reo membuat keputusan secepat ini. Mama hanya mampu doakan agar suatu hari nanti kamu bisa mendapatkan yang terbaik ya nak " pujuk seorang ibu kepada anaknya.
Seorang Adit menangis bersedih seperti ia sudah lama mencintai Elina dan terasa kehilangan Elina..Namun Aditya meneruskan saja kehidupannya yang ia kira akan mendapatkan cintanya yang cuma sebentar dianggap suami oleh mantan calon istrinya ketika dalam kesusahan.