Aku MencintaiMu

1480 Words
*Pukul12am* Aditya yang sedang baring di ranjangnya pula tidak habis fikir tentang apa yang dikatakan oleh ayah Elina semasa berbual dengan ayahnya. Lalu Aditya menghantar pesan kepada Elina " Elina?kamu kemana saja??" tetapi Elina tidak memberi respon .Aditya mencoba menelfon Elina lagi. Akan tetapi hp Elina masih lagi tidak Aktif dan Aditya mulai rasa tidak sedap hati. Tanpa basa basi Aditya turun dari ranjangnya dan mencari kunci keretanya lalu Aditya singgah ke kamar adiknya.untuk ia bawa bersama pergi mencari Elina . Untung saja Adiknya masih belum tidur lalu Aditya menceritakan semuanya kepada Adiknya dan adiknya bersetuju untuk mengikuti abangnya. Setelah itu,mereka berdua bergegas menuju ke pintu keluar namu dilihat oleh ayah mereka lalu ayah mereka memanggil "Adit, Arvan kamu hendak ke mana lagi jam segini?" "aku hendak mencari Elina pa,tapi aku bawa Arvan karna kita belum tahu apa yang terjadi dan jika ada sesuatu terjadi sekurang-kurangnya Arvan ada untuk jadi saksi mata dan sebagainya" jelas Aditya. "Ya sudah.kalo begitu kamu hati-hati dan jika ada apa-apa segera maklumkan kepada papa" kata ayah mereka..lalu mereka menjawab "baik pa,titip salam buat mama ya pa " kata mereka lalu jalan menuju ke tempat parkiran mobil. Semasa di mobil Aditya mengetir dengan sangat laju sehinggakan Arvan tidak tenang di dalam mobil Aditya "bangg pelan-pelan lah ,aku masih belum mahu mati ni bang" kata Arvan ,tetapi Aditya tidak mempedulikan adiknya dan meneruskan perjalanan.. *beberapa menit kemudian* "Mereka berdua sudah sampai di mall yang Elina berikan lokasi kepada Aditya pada masa siang. Tetapi mereka mendapati bahawa di tempat itu sudah tidak ramai orang dan mall itu pun sudah ditutup..kenapa kan tidak jam pun sudah jam12 lebih. Aditya makin galau lalu mereka putar-putar mencari jika ada jejaknya di situ. Sejam telah berlalu,. Aditya dan Arvan hampir putus asa dan Arvan pula sudah rasa mengantuk tapi ia tetap berusaha menahan demi membantu abangnya mencari Elina. Sejak awal mereka sampai di situ Aditya tidak pernah berhenti mencari Elina. Tetapi Arvan sudah tidak larat menyebabkan dia selalu sahaja duduk lalu berdiri dan mengulang seperti itu. Tiba-tiba waktu Arvan sedang duduk ,ia melihat ada sebuah kedai makan yang masih belum di tutup dan Arvan segera menuju ke tempat itu tetapi dia tidak langsung masuk dan hanya mengintip dari luar dan dia ternampak seorang lelaki yang tidak asing baginya sedang bersama dengan seorang perempuan yang sedang membelakangi Arvan menyebabkan Arvan sukar melihat wajah perempuan itu. Sedang Arvan mengintip, dia dikejutkan oleh seseorang di belakangnya karna orang itu memegang bahunya seolah-olah Arvan ketahuan mengintip kerana orang itu diam dan tidak bersuara lalu dengan perlahan-lahan Arvan menoleh ke belakang dengan jantungnya yang berdegup kencang. Setelah ia toleh ke belakangnya dan melihat siapa orang itu barulah dia lega hati melihat abangnya Aditya yang memberi isyarat supaya tidak membuka mulut.. Aditya bertanya kepada Arvan "Apa yang kamu lakukan disini van?" bisik Aditya. Lalu Arvan menjawab "Aku melihat ada seorang lelaki yang mungkin ku kenal dan perempuan itu aku tidak tahu kerana ia membelakangi di sini" jawabnya. Lalu Aditya menyuruh Arvan masuk dan pura-pura memesan makanan. Setelah itu Arvan cepat-cepat menemui Aditya dan menyatakan bahawa lelaki itu ialah Orel Onanda satu sekolahnya beda umur manakala perempuan itu ialah Elina. Aditya Terkejut dan berasa sangat kecewa karna dia sudah bersusah payah memikirkan Elina dan sanggup mencarinya tetapi apa yang Elina perbuat itu sungguh membuatkan Aditya marah.Tapi apakan daya mereka tidak mempunyai apapun hubungan. . Arvan melihat abangnya yang dalam kesedihan itu lalu memberanikan diri menghampiri Orel Onanda dan Elina. Aditya hanya membiarkan karna dia tidak sangka akan terjadi seperti ini lalu Arvan bertanya kepada Elina "Kak kenapa kakak ada di sini??siapa laki-laki ini pada kamu?"tanya Arvan. "Err.." belum sempat Elina menyatakan, Orel mencelah "Oh Arvan adiknya Aditya?? mahu tahu aku siapa??perkenalkan ,aku Orel Onanda Ogiato pacar Elina" kata orel sambil menghulurkan tangannya untuk berjabat tangan..tetapi Arvan hanya memandang Elina yang sedang tunduk tidak bersuara karna dia tidak pernah tahu Aditya mempunyai seorang adik lagi. Kemudian Arvan berkata"oh bener kak?jadi yang kamu permainkan abang aku itu mengapa? apa kesalahan yang abang aku perbuat? apa kamu tidak kasihan dengannya? dan keluarga mu tidak tenang karna mencarimu tetapi kamu disini keluar dengan laki-laki tanpa memberi kabar terutama skali ortu mu?" kata Arvan kepada Elina. "Jaga mulut mu Arvan " jawab Orel sambil naikkan tangannya untuk memukul Arvan tetapi Aditya datang menghentikan. "Cukup,kami datang kesini untuk men..." Aditya tidak sempat menghabiskan kata-katanya lalu dengan cepat Elina bangun dan memeluknya "bang ,bantu aku. A..aku bu..bukan pacarnya,Dia yang memaksa Elina karna kejadian pagi tadi. Aku sudah menjelaskan bahawa aku sudah mempunyai suami ta.. tapi dia tidak mempercayakan aku" kata Elina yang ter esak-esak menangis dalam pelukan Aditya. . . Orel Onanda ini seumur dengan Elina tetapi beda sekolah. Orel sama sekolah dengan Arvan tetapi beda umur. Setelah tamat 18 tahun Orel bekerja di mall yang berdekatan dengan kedai makan itu.maka disitulah Orel menemukan Elina. . Aditya terkejut akan kata-kata Elina yang mengaku dirinya sudah bersuami padahal mereka belum sekenal mana pun, lalu membisikkan kepada Arvan untuk memberitahu ayahnya tentang perkara itu tetapi jangan beritahu ortu Elina dahulu katanya. Setelah itu Arvan keluar dari kedai itu dan segera menelfon ayahnya. Orel pula mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum hampa apabila mendengar Elina berkata sedemikian..lalu Aditya mengusap rambut Elina dan berkata "Elina,kamu jangan takut. Aku ada di sini "bisiknya. Tidak lama kemudian Arvan masuk dan memberitahu abangnya bahawa ayahnya tidak mengangkat hp lalu Aditya menyerahkan kunci mobilnya lalu menyuruh Arvan membawa Elina masuk dahulu ke dalam mobil sementara ia menguruskan masalah dengan Orel. Aditya bertanya kepada Orel "Sejak kapan kamu membawa istriku?" kata Aditya Lalu Orel menceritakan karna Orel tahu siapa Ayahnya Aditya..Ayah aditya merupakan Seorang ketua Polis di Kuala Lumpur. Lalu Orel berkata " Elina itu sudah lama aku inginkan, walau beda sekolah ,aku selalu melihatnya bersama temannya di sini. Siang Tadi, aku melihat ia tidak sengaja memecahkan barang di dalam mall ketika aku nampak Elina buru-buru keluar lalu dia dikerumuni banyak orang termasuk pemilik toko barang yang pecah itu. Pemilik toko itu sangat marah dan meminta Elina mengganti rugi dengan wang 500jt. tetapi Elina mengatakan ia tidak sengaja lalu meminta maaf dan berkata bahawa Elina tidak mempunyai duit sebanyak itu. Apabila aku melihatnya seperti sedang ditarik paksa, aku bergegas pergi ke situ dan semua yang Elina miliki dirampas oleh pemilik toko itu termasuk hpnya rosak akibat dilempar oleh pemilik toko itu" Jelas Orel. Pantes aja Elina tidak membalasku kata Aditya dalam hatinya. Lalu "apa yang kau perbuat dengan Elina?" tanya Aditya lagi."Haha aku membantunya membayar dengan 1syarat dia haru menjadi pacarku ,dan kalo dia menolaknya aku meminta dia membayarku 500jt,dan aku sudah tahu Elina tidak mempunyai apa hahaha" kata Orel ketawa mengeluarkan kata-kata jahatnya itu. Aditya bersuara "Oh 500jt shja aku bisa kok kasi kamu tapi setelah itu ku mohon kamu jauhin Elina" kata Aditya. Riak wajah Orel berubah setelah mendengar kata-kata Aditya Aditya bukan sahaja anak dari seorang polis tetapi Aditya juga mempunyai perusahaan sendiri yang diberikan oleh ibunya,. Ibu Aditya pula manager di beberapa Perusahaan di kota. Sebab itu ,Keluarga Aditya boleh dikatakan sebagai keluarga yang kaya berbanding keluarga Elina.Ayah Elina cuma pekerja biasa d kantor orang lain. manakala Ibu Elina hanya seorang pembersihan di sekolah lama Elina. Setelah itu,datang segerombolan yang mungkin teman Orel, lalu Aditya terkejut dan berlari keluar dari kedai itu dan menuju ke mobil nya..sementara itu kumpulan itu mengejar Aditya namun Aditya sempat naik di mobilnya dan syukur sahaja Adiknya Arvan sudah menghidupi enjin mobil Aditya lalu Aditya mengetir laju untuk balik ke rumah. Aditya menoleh ke belakang dan..salah seorang daripada kumpulan itu berkata "Urusan kita belum selesai Aditya Romeo. Hidupmu tidak akan aman" katanya. Lalu Aditya melirik ke arah Elina yang tunduk tidak bersuara di kerusi belakang kemudian Aditya melihat pula adiknya yang berada di sampingnya. Suasana dalam mobil Aditya sungguh hening.Seperti semuanya bergaduh antara sesama. Tidak lama kemudian Aditya tiba di rumah Elina dan melihat Elina sedang tidur.mungkin ia kecapean dari pagi tidak pulang-pulang. Lalu Aditya membangunkan Elina tapi Elina membuka matanya dan mengatakan dia tidak ingin pulang. Aditya pun berkata "kenapa kamu tidak ingin pulang? ini kita sudah berada di depan rumah kamu. Kamu masuklah Ayah dan ibumu sudah lama menunggu kamu" kata Aditya. Elina pun terdiam membisu dan Aditya berbisik pada Elina "Elina, aku tahu kamu tidak menyukaiku. Tetapi pada pandang pertama aku melihatmu di rumah mu. Aku sudah jatuh cinta kepadamu walaupun kamu marah-marah ketika itu. Aku mencintaimu Elina." Ucap Aditya. Elina pun terkejut dan terjaga dari lamunannya apabila Aditya berkata seperti itu kepada Elina. Elina hanya tersenyum kepada Aditya lalu keluar dari mobil Aditya dan masuk ke rumahnya. Selepas Elina masuk ,Aditya dan adiknya pulang ke rumah. Semasa dalam perjalanan pulang. *tunggu sahaja sambungannya yaa*SUPPORT AKU*
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD