Aditya terus menuju ke kamar mandi. Dan berbicara sendirian. "Apa aku bisa memujuk Elina? karna aku lihatnya tadi seperti wanita yang mengerikan dan keras kepala hmm" keluh Aditya.
Setelah Aditya selesai mandi ,dia menuju ke kamarnya dan mengambil ponselnya lalu menghantar chat ke Elina
*perbualan dalam hp*
Aditya:Hi Elina ")
*beberapa minit kemudian*
Elina: Ini siapa?
Aditya:Ini aku Aditya.
Elina:??
Aditya:Yah bagaimana aku perkenalkan diriku ya emm kalo aku bilang aku calon suami mu bagaimana?? hehe
*Elina tidak menjawab chat Aditya*
*keesokan harinya*
Elina dan Rahmi pergi ke mall untuk tenangkan fikiran Elina. Lalu Elina memulakan perbualan mereka. "Mi kalo yang semalam chat aku tu calon suami aku gimana yah?" tanya Elina. "Ya baguslah kalo memang itu calon suamimu senang lah kamu nanti haha"usik Rahmi. "Tapi apa kamu tahu siapa nama calon suami mu itu?" sambung Rahmi bertanya sambil memeriksa hpnya yang berbunyi. lalu Elina menjawab " Kalo yang dalam perkenalannya semalam tu nama nya Aditya dan.." belum sempat Elina menghabiskan kata-kata nya Rahmi mencelah "Elina maafin aku ya,aku tidak bisa menemani kamu jalan hari ini..aku harus buruan pulang karna tante ku masuk hospital kata mamah ku dan aku tidak tahu kenapa. Nanti kamu pulang harus kabarin ke aku yah. bye Elinaku" kata Rahmi lalu berlari menuju ke pintu keluar. "Heii" teriak Elina memanggil Rahmi namun Rahmi tidak mempedulikannya kerana dia ingin cepat-cepat pergi ke hospital.
Elina membuat muka mengeluh dan ia sangat kesal dengan Rahmi tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa kerana itu adalah urusan keluarga Rahmi.
Setelah itu, Elina berjalan-jalan ke mall itu seperti menyukat seluruh mall itu dengan berjalan lalu duduk,masuk ke kedai dan ulang-ulang aksi seperti itu padahal bila Elina keluar dari kedai ia tidak membeli apa-apa .Itulah yang dikatakan cuci mata hehe. Bila terlalu lama Elina mengulang aksi itu ,Elina pergi duduk di sebuah kerusi mesin urut lalu memikirkan tentang pernikahannya dan hati kecilnya itu bersuara "apa aku terima sahaja lelaki itu? karna mungkin ini adalah takdir ku . Tetapi aku harus menguji kesabaran dan kesetiaan dia dahulu hemm hehhe" tawa kecil Elina.. Sedang Elina mengelamun hpnya bergetar. dan Elina melihat ada pesan dari Aditya.
"Hi Elina kamu dimana?di rumah bukan? bisakah aku menjemputmu sekarang?" tanya Aditya dalam chat itu. "Bukan,aku bukan di rumah.Aku ada di mall sekarang. lagian untuk apa kamu menjemputku?"kata Elina. "Aku ingin membawa kamu jalan-jalan lah. Memang tidak bisa?" tanya Aditya lagi. "Hemm ya bisalah ni aku send location nya *Send Location*nanti aku tunggu di luar mall" Elina menghantar lokasi dimana mall yang dia pergi. Aditya menjawab " Hehe okey baby..see you" katanya .. "baby? siapa baby kamuu?? d***r" kata Elina. Lalu Aditya tidak membalas pesan itu.
Masa Adit dalam perjalan menuju ke lokasi yang Elina berikan kepadanya , Aditya berkata sendirian "kenapa Elina tiba-tiba sahaja baik kepadaku?apa dia tukar fikiran dan mahu dijodohkan padaku?".
Akan tetapi ,setibanya Aditya di tempat itu Aditya tidak melihat kelibat Elina, lalu Aditya menghantar chat ke Elina dan menanyakan dimana dia sekarang ini. Namun tidak ada balasan yang Aditya terima. Aditya mencoba untuk menelfon Elina tapi hpnya tidak aktif walaupun berkali-kali aditya menelfon.
Setengah jam telah berlalu. Aditya sudah putus asa menunggu Elina dan pulang dengan penuh kesal.
Dalam perjalanan pulang, Aditya berasa tidak puas hati dan sedikit marah dengan Elina kerana Aditya kira Elina mempermainkannya hanya karna Elina tidak suka akan perjodohan mereka. Dalam hati Aditya berkata "Jika memang kamu tidak suka aku dan tidak suka pernikahan ini bukan begini caranya..aku juga punya hati dan perasaan" katanya sendirian dalam mobil dengan geram.
Sesampainya di rumah, Aditya duduk di sofa dan menarik nafas lalu menghembusnya dengan berulang-ulang. Ibunya melihat Aditya bersikap demikian lalu ibunya menegur."Adit,kamu kenapa?apa kamu sakit?" tanya ibunya. "nggak lah ma,Adit agak sedikit kesal dengan Elina. Tengahari tadi aku bawanya jalan tapi katanya dia ada d mall lalu mengirimkan lokasinya, apabila Adit sampai di situ Adit tidak menemukan kelibat Elina di situ bahkan batang hidungnya juga Adit tidak melihatnya hmm" kata Adit mengeluh. lalu ibunya menenangkannya "Sabar ya nak. Mungkin sahaja Elina buru-buru ada urusan mendadak dan tidak sempat bagi kabar ke Adit jadi kamu harus berfikiran positif sahaja karna mama tahu Elina itu seperti apa. Dia tidak seperti yang Adit fikirkan" pujuknya.
Tetapi Adit masih tidak puas hati dan mengatakan kepada ibunya bahawa Elina mungkin sengaja berbuat sedemikian kerana tidak suka akan pernikahan paksa itu. Ibu Adit hanya menggelengkan kepalanya lalu Ibunya bersuara lagi "Adit?meskipun Elina tidak suka akan pernikahan ini mama yakin Elina tidak akan menggunakan taktik seperti ini..Dia pasti..." belum sempat ibunya menghabiskan kata-katanya hp ayah Aditya berbunyi membuatkan Aditya dan ibunya berhenti bersuara.
Ayah Aditya melihat nama yang tertera di layar hp nya itu tertulis nama 'Reo' lalu mengangkatnya dan memperbesarkan suara hp itu karna ia mengira Reo menanyakan soal pernikahan Aditya dan Elina.
"Hello Reo? Ada apa?". tanya Saputra ayah Aditya. "haah hello Saputra ,coba kamu tanya Aditya apa dia ada jalan dengan Elina hari ini?karna ini sudah sore dan Elina belum pulang-pulang"katanya. Lalu Saputra melirik matanya ke arah Aditya dan Aditya memberi isyarat bahawa dia tidak pergi dengan Elina hari ini. kemudian Saputra memberitahu Reo tentang itu dan menanyakan mengapa ia berkata sedemikian tetapi Reo hanya berkata "tidak apa-apa terima kasih" lalu memutuskan talian.
Selepas itu, Ayah Aditya bertanya lagi kepada Aditya . "Adit, kamu tidak berbohong dengan papa kan?" "Lahh papa kok tidak percaya dengan Adit? masa sih papa tidak kenal Adit seperti apa?Apa papa kira Adit bawa Elina seperti menculiknya? Adit tahu kok walaupun Elina tidak mencintai Adit dan tidak setuju dengan pernikahan ini, Adit akan memberikan yang terbaik untuk Elina tapi Elina sendiri yang tidak datang waktu aku menjemputnya di mall" tegas Aditya lalu berjalan menuju ke kamarnya.
.
.
.
Ayah Elina menelfon Rahmi sahabat Elina dan Rahmi mengangkatnya lalu menanyakan hal yang sama seperti ia menanyakan perkara yang sma dengan ayah Aditya. Rahmi mengatakan ia memang ada berjalan dengan Elina pada waktu pagi tapi tidak lama kerana ia harus bergegas pulang karna tantenya masuk hosp dan Rahmi sempat memberi pesan kepada Elina bahawa mengabarinya setelah dia pulang ke rumah..namu sehingga kini Elina masih belum memberi kabar.
Rahmi berkata"bentar om aku coba telfon Elina dulu" namun Ayah Elina menjawab "tidak perlu Rahmi ,kalo memang hp Elina aktif mana mungkin om panggil kamu..tapi ini sudah berkali-kali om telfon tapi gak diangkat-angkat..om jadi khawatir" katanya. "Ya sudah la Rahmi nanti om kabarin kalo Elina sudah pulang" sambungnya lagi. "Baik om,Rahmi minta maaf sebab tidak bersama-sama dengan Elina saat ini " kata Rahmi."baik Rahmi"jawab Reo lalu memutuskan talian.
Reo saat ini tidak tentu arah karna hari sudah hampir malam tapi anak perempuannya belum muncul-muncul di rumah. Tambah lagi dengan isterinya yang menangis hanya kerna masalah itu.
Lalu Reo samperin isteri dan memujuknya tapi isterinya memarahinya lalu berkata "Jika bukan karna kamu dan Saputra menjanjikan tentang perjodohan ini mungkin sahaja kini Elina dalam keadaan baik-baik sahaja di rumah ini dan tidak menghilang seperti ini.Apapun yang terjadi aku mahu kamu mencarinya sehingga ketemu dan batalkan perjanjian kamu dengan Saputra" kata Rina kepada Reo.
Reo dan Saputra pada masa dahulu telah membuat perjanjian bahawa jika mereka akan nikah dengan pasangan masing-masing dan memilik anak perempuan dan lelaki mereka akan jodohkan kedua anak mereka itu agar hubungan silaturahim bertambah kuat.
Flashback
"Reo ,bagaimana jika suatu hari nanti kamu dan pasangan kamu akan menikah lalu melahirkan bayi lelaki atau permpuan dan begitu juga dengan ku..apa kata jika kita dapat cahaya mata pasangan wanita atau pria..bisakah kita jodohkan mereka apabila mereka dewasa nanti?" tanya Saputra. "Cadangan yang baik Saputra" kata Reo
Setelah beberapa tahun kemudian. Reo mempunyai anak perempuan manakala Saputra mempunyai anak laki-laki.
.
.
Reo menyuruh isterinya tenang lalu berbicara "bu kamu tenang ya,nanti bila Elina sudah pulang aku akan segera membatalkan perjanjian pernikahan Aditya dan Elina dan membiarkan Elina mencari kebahagiaannya sendiri" pujuk Reo. Ibu Elina hanya berdiam diri sambil mengusap air matanya lalu beredar ke kamar mereka.
kemudian