Episode 9

571 Words
*hari pun sudah malam "Mama??papa mana ma?kok nggak keliatan dari tadi" tanya Reno kepada Elina yang sudah berada di kamar mereka. "Papa kamu masih di bawah nak, lagi sama temen-temennya papa" jawab Elina. Reno naik di kasur lalu baring dan berkata "ma,bangunin Reno kalau papa udah di kamar ya ma" kata Reno kepada mamanya. Elina yang sedang bersih-bersih itu pun merenung ke arah Reno yang hampir ketiduran sambil menghisap ibu jarinya. Elina menghampiri anaknya dan sambil mengusap-usap rambut Reno lalu berkata "Bagaimana bisa kamu secepat ini punya perasaan mendalam terhadap papa kamu nak? maafin mama ya karna sebelum-sebelum ini Reno tidak pernah ketemu dengan papa." kata Elina menitiskan air matanya. Seseorang mengetuk pintu kamar mereka lalu Elina bergegas membuka pintu sedikit demi sedikit, ia melihat sosok Aditya yang dalam keadaan mabuk. Elina membuka pintu kemudian ia berkata "kamu minum banyak seperti ini,kamu tidak mikirin Reno yang dari tadi nungguin kamu?" kata Elina yang kesal dengan Aditya lalu menyuruh Aditya masuk. Sesudah mereka masuk, Elina belum sempat berkata-kata lagi lalu Adit terus berbaring di samping Reno yang sedang ketiduran lalu Elina bersuara. "Kenapa kamu bisa minum banyak seperti itu?apa seperti ini kebiasaan mu selama ini?" tanya Elina kepada Aditya. Aditya yang sedang memeluk Reno di kasur hanya tersenyum lalu melelapkan matanya. Yahh mandi dulu la ditt,nggak enak bau alkohol" ujar Elina lagi namun Aditya sudah tidur nyenyak. Elina membiarkan Aditya yang tidur seperti itu lalu melepaskan Reno dari pelukannya kemudian membawa Reno tidur di lantai karna Elina belum punya keberanian untuk tidur bersama dengan seorang pria maupun sudah bergelar suaminya karna belum terbiasa. *Jam 3 pagi Adit terbangun lalu melihat Reno sudah tidak ada di sebelahnya, ia berfikir bahawa apakah mereka meninggalkannya lagi. Aditya terus bangun lalu ketika dia melihat ke lantai ia ternganga dan sepertinya merasakan sakit hati yang tidak berdarah. Kemudian ia bergegas ke kamar mandi dan mandi dengan secepatnya. Setelah itu, Adit mengangkat Reno ke kasur lalu menatap wajah Elina dengan dalam lalu ia membangunkan Elina "Ina,ayo tidur di kasur,Reno udah di sana tuh. Emang badan kamu tidak sakit tidur di lantai keras ini" kata Aditya lalu "bukan urusanmu sama skali,urus saja hidupmu seperti sebelum kewujudan aku dan Reno di hidupmu" jawab Elina yang terus membelakangi Aditya. "yah maafin aku okay? aku tidak akan mabuk seperti itu lagi karna aku sudah punya keluarga kecil yang harus dijaga" kata Adit sambil mengusap rambut Elina. "Tapi please tidur di kasur bersama aku dan Reno" Kata Aditya lagi. Mahu tidak mahu Elina tetap akur demi putranya. Ketika mereka sudah berbaring di kasur, Reno pun terbangun lalu mencari-cari papanya. "Reno,kok kamu bangun, ini kan baru saja pukul 3 pagi" kata Elina kepada Reno. Reno yang tidak menyadari keberadaan papanya di sampingnya berkata " mana papa ma?" tanya Reno. "Mama kan ada di sini, kenapa malah cari papa kamu?" tanya Elina lagi. "Yah kan Reno udah liat mama ni tapi Reno belum liat papa lagi, apa papa masih sama temen-temennya ya?"tanya Reno dan mengajukan pertanyaan yang sangat banyak. Adit yang berada di belakangnya pun terus memeluk Reno dan berkata "Papa disini nak,kok kamu tidak liat papa disini" katanya membuatkan Reno terkejut lalu memeluk erat papanya itu. Elina hanya mampu tersenyum melihat kebahagiaan putranya yang belum pernah ia lihat sebelumnya. "Papa,besok papa mahu kemana pa?"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD