Hari pernikahan

969 Words
Hari pernikahan pukul 7 pagi ,Aditya tepat berada di depan rumah sewa Elina.Namun Aditya tidak keseorangan ,ia bersama dengan supir peribadinya. Bunyi hon mobil Aditya mbuatkan Elina mengintip dari tingkap untuk melihat siapa orang itu. Dan mukanya sangat jelas dalam mobil itu membuatkan Elina mengambil mainan kereta kecil Reno lalu ia keluar dan menghumban Aditya ke dalam mobil melalui cermin mobil Aditya yang terbuka. Aditya yang terkena mainan itu terkejut lalu menoleh ke arah Elina dan terkejut lagi melihat penampilan Elina yang sudah siap-siap unruk menikah dengannya lalu Elina berkata " Jangan berisik dulu tuh Reno masih ketiduran" katanya dengan mata tajamnya. Lalu Aditya turun dari mobil dan mendekati Elina lalu melihatnya dari atas ke bawah" Maaf, kamu sudah siap-siap?" tanya Aditya lalu, Elina hanya mengangguk "Cuma Reno masih tidur tu, mahu dibangunin atau tunggu sampe bangun sendiri?" tanya Elina pula. Aditya masuk ke kamar Reno dan melihat Reno tidur dengan nyenyaknya lalu Aditya mengecup dahi dan pipi Reno lalu memakaikan Reno dengan pakaian yang mereka beli kelmarin. Aditya keluar dari bilik Reno "Aku akan gendong Reno dan tidak akan membangunkannya selagi ia tidak bangun sendiri. Kamu bawa segala apa yang Reno butuhkan" Kata Aditya kepada Elina. setelah itu Elina mengunci pintu rumahnya dan pada 8 tepat mereka menuju ke Damansara dimana tempat kediaman keluarga besar Aditya. Dalam perjalanan menuju ke Damansara Reno begitu nyenyak tidur dalam gendongan Aditya. Sehingga ia mengigau memanggil-manggil papanya lalu Aditya menenangkan Reno . Tidak lama kemudian mereka tiba di kediaman Damansara namun mereka jalan mengikuti laluan belakang karna laluan depan terlalu ramai orang yang datang menghadiri pernikahan Aditya dan Elina. Elina sedikit merasa malu namun ia tetap harus memberanikan diri. Reno pula terjaga dari tidurnya setelah mendengar musik-musik dan bunyi bising. mereka bertiga masuk ke dalam rumah keluarga besar Aditya dan menuju ke kamar Aditya. "Elina kamu tunggu di sini sebentar ,aku akan memberitahu mama dahulu"katanya lalu membawa Reno turun . Dengan pasrahnya Reno mengikuti karna ia sudah terbiasa dengan Aditya namun belum bisa memanggilnya dengan perkataa papa . keluarga besar Aditya terkejut melihat Kedatangan Aditya yang sedang membawa anak kecil yang sedang berselindung di dada Aditya "Om ,siapa semua itu om. Reno takut,Reno mahu ke tempat mama" kata Reno ."Sayang, kita mahu ke tempat nenek dulu ya salam nenek dengan datuk " kata Aditya kepada Reno.dan Reno hanya menganggukkan kepalanya. Reno bersalaman dengan semua orang terdekat Aditya Seperti mamanya ,papanya dan adiknya serta oma dan opa nya. Reno tampak kelihatan takut namun sikapnya itu membuatkan Aditya bangga karna walaupun Reno dalam keadaan takut ,hormat pada orang tua itu menjadi kawajipan seorang Reno yang mengikuti sikap Aditya. Namanya juga Ayah dan anak ,harus sama. Namun begitu Reno tetap saja tidak mahu digendong siapapun kecuali Elina dam Aditya. Aditya memberitahu mamanya bahawa Elina sudah berada di kamarnya lalu puan Dania terus ke bilik Aditya dan membawanya ke kamarnya untuk disiapkan dengan lebih sempurna. Aditya dengan Reno pula bermain-main di kamar Aditya. "Reno , kapan kamu akan memangil om ini papa?papa pengen banget Reno panggil papa" ujar Aditya. Namun Reno hanya terdiam . lalu bertanya "Om dengan mama bila mahu nikah?Reno sudah tidak sabar "kata Reno ."sebentar lagi sayang" pujuk Aditya. Masa berlalu dengan cepat. Elina dan Aditya menuju ke pelaminan dan tidak juga akan lupa dengn putra mereka yang berjalan dengan smart d perantaraan Elina dengan Aditya. *** Aditya mencium dahi Elina serta pipi sang anaknya.Lalu Elina mencium punggung tangan Aditya dan pipi anaknya.. Aditya pun menggendong Reno lalu Reno mencium pipi Elina dan Aditya secara bergantian. "Yeahh ,Aku sudah punya papa" teriak Reno membuatkan orang ramai bertepuk tangan. Elina dan Aditya sah menjadi pasangan suami isteri. suasana majlis pernikahan mereka sungguh meriah . Aditya duduk di tempat makan yang sudah disediakan bersama dengan istrinya dan anaknya serta keluarga Aditya. Elina sangat terharu melihat perkumpulan keluarga itu.,disamping itu ia sedih karna ia tidak mempunyai siapa-siapa disitu(Keluarganya) .kecuali keluarga kecilnya. Reaksi wajah Elina diliihat oleh Aditya ,.Aditya tahu apa yang sedang difikirkan oleh Elina lalu membawa Elina ke belakang sekali .Setelah sampai di situ,Wajah Elina kembali bersemangat apabila melihat ibunya bersama dengan opa dan omanya "ibu,oma ,opa apa kabar kalian. Aku mengira tidak ada satu pun keluargaku yang datang"kata Elina memeluk mereka satu persatu . "kabar baik Elina. supir peribadi suamimu yang menjemput kami ke sini karna diarahkan oleh suamimu" kata ibunya tersenyum. Mendengar ibunya berkata seperti itu. Elina mendekati Aditya "Terima kasih bang,aku tidak menyangka sejauh ini kamu berfikir" kata Elina lalu memeluk Aditya. "Aku jugaa ingin pelukk" suara Reno dari belakang sambil memegang ayam goreng. "mahu peluk siapa"? kata Aditya. Reno memberi ayam goreng itu kepada Elina dan meminta tisu kemudian mengelap tangannya. "mahu peluk papanya Reno la " jawab Reno memeluk kaki papanya. "Sekarang kamu bisa nggak panggil papa?" tanya Aditya lagi namun Reno hanya menunduk . "Kalo Reno belum bisa panggil papa,papa tidak akan beri hadiah kesukaan Reno dan yang Reno idam-idam sebelum papa ada" kata Aditya tersenyum sambil mengangkat alisnya. Elina hanya tersenyum melihat gelagat papa dan anak itu.. Reno mendiamkan dirinya lalu menunduk. Sedar tidak sedar Reno menitiskan Airmatanya tanpa bunyi."Reno kamu..." belum sempat Aditya mengatakannya Reno bersuara dan menangis "Papa.... Reno kangen banget sama papa. Sudah lama Reno ingin ketemu papa tetapi mama bilang bahawa papanya Reno itu kerja di jauh dan belum bisa pulang. Setiap kali Reno rindu Reno pasti bertanya ke mama dan mama hanya menjawab seperti itu dan menyuruh Reno berdoa agar papa cepat pulang menemui Reno"Kata Reno yang menangis membuatkan Aditya pergi memeluknya lalu menggendongnya..Aditya menitiskan airmatanya dan juga Elina..Suasana disitu tambahh meriahh melihat keadaan itu. "Reno,papa juga kangen sama kamu. Setelah pertama kali papa melihatmu. papa sudah tahu kamu anak yang baik. dan jika kamu melihat cermin wajah kamu itu mirip papa sayang," kata Aditya membuatkan Reno menangis terharu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD