Aditya pergi membawa Reno bersamanya dan pada awalnya Reno menolak namun dipujuk oleh Aditya untuk berjumpa dengan mamanya..lalu meminta petunjuk dimana mamanya pergi setelah selesai menghantar Reno ke sekolah. Lalu Reno mengatakan bahawa mamanya akan pergi kerja setelah itu.
Aditya membawa Reno ke perusahaan dimana Elina bekerja namun karyawan disana mengatakan bahawa Elina tidak masuk kerja. Aditya tampak kebingunan memikirkan dimana Elina . Aditya bertanya kembali kepada Reno selain di tempat kerja Kemana mamanya biasa pergi. Reno pun mengatakan bahawa mamanya akan berada di sekolah sahaja. selain itu dia tidak tahu dimana Elina berada.
***
Aditya dan Reno dari jauh menunggu kedatangan Elina di Sekolah Reno. Namun kelibat sang ibu itu tidak kelihatan. Suara tangisan Reno mulai kedengaran dari suara kecil sehinggalah seperti orang kena histeris. Aditya memujuknya dengan pelbagai cara namun ia tidak berhasil. Karna harinya sudah hampir sore yang sudah sesuai waktunya Reno dijemput tetapi ibunya tidak kelihatan disitu. Aditya pun bertanya dimana mereka tinggal ,namun anak seperti Reno tidak tahu nama tempat tinggal mereka tetapi ia hanya menunjukkan seperti apa rumah mereka itu. " Rumah itu tidak cantik dan tidak juga hodoh ,namun banyak rerumput di belakangnya, di halaman depan selalu mama dan Reno bermain bubble bersama" kata Reno tetapi Aditya masih belum dapat mengesan keberadaan rumah itu lalu bertanya apa saja yang ada di depan rumah mereka itu. Reno pun menjawab " Ada warung di depannya yamg menjual jagung bakar dan.."kata Reno yang tidak sempat menghabiskan kata-katanya lalu. "Aku tahu" kata Aditya lalu membawa Reno ke Kampung Batik yang tidak jauh dari sekolah Reno. dan yang terdapat dimana tempat itu ramai yang menjual jagung bakar.. Setelah tiba di situ baru Reno mengingat jalan ke rumahnya lalu menunjukkan kepada Aditya. Dan syukur sangat mereka berdua tiba di rumah Reno dan Elina.
Saat Aditya membuka tombol pintu rumah Elina. Ia mendapati tombol itu tidak berkunci lalu masuk dan Reno meminta agar ia diturunkan oleh Aditya.. Reno bergegas menuju ke kamar mamanya dan memeriksa semua kamar kecuali kamarnya sendiri namun ia tidak menjumpai mamanya. Reno berlari ke sudut kamar mamanya lalu menangis sepuas hatinya ..Aditya menghampiri namun Reno berkata "Om pergi sahaja dari sini,. om membohongi Reno ,om jahat skali,Reno ingin ketemu dengan mama." Jerit anak kecil itu karna ini waktu pertama kali mamanya tidak menjemputnya ke sekolah dan tidak berada di rumah.
Bunyi teriakan dan tangisan Reno menyebabkan pintu kamar Reno dibuka oleh seseorang dan Aditya terkejut melihat Elina yang baru sahaja bangun dari tidurnya lalu memarahi Elina. "Kamu kenapa tidak menjemput anakmu di sekolah,jika saja aku tidak menemukannya di pinggir jalan sudah pastinya kamu tidak menemukannya lagi" kata Aditya berbohong kepada Elina. lalu Elina bersuara "memang Reno habis dari mana, karna setelah aku menghantarnya pagi tadi aku jalan keluar sebentar membeli keperluan rumah lalu aku kembali menjemput Reno tetapi guru disana berkata bahawa Reno sudaj dijemput oleh papanya dan aku tahu itu kamu lalu aku pulang tanpa membawa Reno. Dan menangis sepuas hati aku karna aku tidak bisa melepaskan Reno ke tangan orang lain maupun itu kamu tapi Reno berhak bahagia bersama dengan orang seperti mu yang mampu memberi segalanya untuknya, Sebab itu aku seharian ke kamarnya Reno untuk melepaskan rindu padanya " kata Elina yang dari tadi menitiskan air matanya di depan Aditya.
Sudah tahu Aditya seperti apa,dia tidak mahu melihat Elina menangis seperti itu. Dia mahu mengajukan maafnya namun Elina bergegas ke kamarnya untuk menemui Reno. Dan ia mendapati Reno sudah terbaring di atas lantai setelah puas menangis. Elina terus menggendong Reno dan membawanya ke ranjang dan turut menangis melihat putranya itu.. suara esakan Reno masih berlanjutan membuatkan Aditya berlutut di ranjang Elina. dan Elina menenangkan Reno " Sudah sayang,sekarang kamu sudah ada dengan mama jadi kami tidurlah sayang nanti mama buatkan nasi dan lauk kegemaran kamu sayang" kata Elina mengecup kening putranya itu. lalu berjalan menuju ke ruang tamu diikuti oleh Aditya.
"Elina aku tahu kamu belum sempat mengenalku lebih dalam waktu itu karna perbuatan papa mu tapi ,apa benar Reno itu anak ku juga?" tanya Aditya dengan lembut. " Apa ada aku katakan Reno itu anakmu?" jawab Elina yang sedang menyiapkan lauk kegemaran Reno. "jadi kenapa di hujung nama Reno ada nama aku?" kata nya lagi..lalu Elina mendepani Aditya " Apa kamu fikir dalam kota ini,dalam dunia ini hanya kamu yang bernama Aditya?" tegasnya lagi lalu menghela nafas panjangnya. "Siapa laki-laki lain yang menghamili mu Elina? setahu aku ,aku yang sudah pernah menidurimu dan menyentuhmu buat pertama kalinya tetapi aku tidak yakin secepat itu kau menghamilkan anakku" ucapnya lagi. "Jika kamu tahu kamu telah melakukan itu,mengapa kamu masih tega meninggalkanku? dan membiarkan ku menghidupi anakmu juga anakmu itu sendirian? dimana hati nurani kamu Adit!? oh dan sekarng kamu sudah menikah dengan perempuan yang di ruangan mu hari itu?" marah Elina lalu terduduk menahan perih yang ia rasakan.
Aditya terpaku dan menjelaskan kepada Elina bahawa ,setelah kejadian waktu itu ia memang mahu tanggung kejadian jtu tetapi ie mengenali raut wajah Elina yang seakan mahu dan setuju ia pergi dari dirinya selamanya.."sebab itu sebelum Aku memaksa dirimu aku sudah pergi dahulu. Tetapi satu hal yang aku ingin katakan padamu. Semenjak Aku pergi darimu dan kamu menghilang. Aku tidak pernah menerima seorang pun wanita dalam hidupku" jawab Aditya.
"Tetapi aku merayu padamu Elina, izinkan aku membahagiakan kamu dan anakku" rayu Aditya lagi ."Bagaimana kamu ingin membahagiakan anakku jika status kita berdua juga tidak ada" jawab Elina."Justeru itu aku meminta persetujuan darimu dan dengan secepatnya aku akan menikahi mu dan menjadi ayah kepada anak kita" kata Aditya sambil memegang tangan Elina dengan perlahan namun ditolak Elina."Aku akan bersetuju menikah denganmu tapi dengan alasan Reno pengen punya ayah seperti yang lain dan jangan memaksaku untuk menerimamu" lantas Elina dan berkata dalam hatinya "Betapa bodohnya engkau Elina, lelaki baik itu sudah menawarkan yang terbaik,kamu kenapa masih memikirkan yang sudah berlalu" katanya dalam hati.
Setelah itu Reno bangun dan menanyakan tentang makanannya. dan Elina pun mengatakan makanan itu sudah siap. Lalu Aditya meminta diri untuk pulang dan dibiarkan oleh Elina namun dihalang oleh Reno. "Om ayo sini makan dengan kami," ajak Reno. tetapi Elina mengatakan bahawa om Aditya buru-buru dan tidak bisa bersama mereka. Reno memandang Aditya lalu Aditya senyum dan pergi.
Dalam perjalanan pulang, Aditya tidak mengetahui bahawa ada orang yang sedang mengikutinya. Setelah Aditya memberhentikan mobilnya, orang-orang itu mendekati Aditya lalu memukul Aditya dengan kayu baseball dan menghancurkan keretanya. Aditya tidak sempat memerhati satu persatu orang-orang itu namun dia mengenali sosok Orel berdiri di samping mobilnya kemudian Aditya pun pingsan.
Ketika ia sudah sadar ia sudah ada di hospital dan kepalanya dibalut. Ia melihat Elina dan Reno sedang berdiri di hadapannya . "Apa kamu baik-baik saja?ada apa dengan mu?" Elina brtanya Dengan wajah yang khawatir. Aditya hanya mengangguk dan tersenyum lalu mengalihkan pandangannya kepada Reno yang sedang berada di samping Elina.
"Elina apabila aku sudah boleh keluar dari sini aku mohon kamu bawa Reno dan ikut aku untuk mencoba pakaian pernikahan kita karna aku sudah tidak mahu menjalani hukumanku seperti ini.dan aku mahu segera menjadi pendamping mu Elina" rayu Aditya.
Elina memejamkan matanya karna tidak ingin melihat kesedihan Aditya. Wajah kecil Reno turut bersedih seakan tahu permasalahan mamanya dengan pria yang ia kenali itu.