Di usianya yang matang, Cato telah merasa dia siap menjadi seorang suami. Dan rasanya dia akan siap menjadi seorang ayah. Akan tetapi, ketika dihadapkan dengan kenyataan bahwa dia akan segera menjadi seorang ayah, Cato juga tidak bisa berkata apapun. Belum lagi, dia tidak bisa menemani Indi besok pagi ketika perempuan itu mengetes kehamilannya. Mereka belum tinggal serumah. Sungguh aneh kalau Cato datang pagi-pagi buta dan mengunjungi Indi. Cato bilang, seandainya Indi tidak ingin mengetahuinya sendiri. Mereka bisa menunggu Indi pulang kantor dan Cato akan menemani Indi untuk mengecek ke dokter obgyn. Tapi Indi bilang tidak apa-apa, dia akan siap dengan segala apapun yang terjadi. Cato mengajukan cuti hari ini, sebenarnya pengajian cuti harusnya sebulan sebelumnya. Namun, Cato beralasa

