Part 41 Tamu Tak Diundang

1113 Words

Seperti hari-hari biasanya, setelah dia dan Cato merencanakan pernikahan. Indi  terbangun dengan riang. Padahal kata orang pernikahan itu rumit dan terkadang tidak seindah dalam angan. Hanya saja tidak tahu mengapa Indi. merasa sangat gembira Dia merentangkan kedua tangan menghirup udara pagi sebanyak-banyaknya, kemudian bangun dari tempat tidur menyibak tirai di kamarnya. Indi menatap pemandangan dari balik jendela, seluruh dunia terasa indah saat dimabuk asmara. Mungkin begitulah perasaan Indi saat ini. Saat keluar kamar, dia mencium aroma masakan dari arah dapur. Itu adalah asisten yang dipekerjakan oleh Indi untuk memasak. "Pagi bude." "Pagi, Mbak Indi." Bude asisten memasak yang di-hire oleh Indi. Beliau sangat ramah dan masakannya juga benar-benar cocok dengan selera orang di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD