Malam ini aku bermalam di gedung terbengkalai tempat para milisi bersembunyi. Gedung ini dulu dibangun orang-orang borjuis sebagai tempat singgah mereka. Namun karena tidak memadahi dan letaknya tak strategis, maka bangunan ini ditinggalkan tanpa pemilik. Ditempatilah oleh kelompok revolusioner yang tinggal di wilayah ini. Di tempatku tidur, Anjani yang membantuku merawat diri. Diberikannya padaku salah satu pakaiannya. Awalnya ia memberiku pakaian serupa, seperti yang dikenakannya, namun aku menolak lantaran tidak terbiasa menggunakan pakaian terbuka. Alih-alih Anjani terpingkal-pingkal, menggunakan jawabanku sebagai bahan candaan yang juga ditertawai oleh teman-temannya. Namun ia sadar kalau aku tidak sama seperti dirinya. Maka aku diberi pakaian lain, yang sekiranya tidak terlalu terbu

