Bab 22

2707 Words

Aku menjelma menjadi seekor kupu-kupu biru yang memiliki sepasang sayap rapuh dan terbang tak tentu arah demi sesesap madu   Suatu ketika pusaran badai muncul membawa dedaunan kering, bunga-bunga mati, juga ranting pohon kurus, diantar suara bising Kepakan sayapku kian melemah Aku tersedot masuk ke dalam pusaran badai bersatu dengan daun kering, pohon kurus, dan bunga mati Sayap rapuhku patah, lamat-lamat hancur diterjang dan tergerus membawa harapan dan doaku yang kini pupus   Dan tak kumiliki lagi sepasang sayap itu Aku bagaikan binatang menjijikkan yang bertahan dengan mengais-ngais bantuan Tak dapat kubayangkan bagaimana mereka menyambutku mengetahui bahwa sepasang sayap indah ini terbawa pusaran Maka, aku memilih untuk tak kembali menerjunkan diri masuk ke pusaran le

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD