Bab 23

1190 Words

Jemari lentik Presiden Andromeda terketuk pada permukaan gelas berkaki di genggamannya, sedang tangannya yang bebas mengelus Karma yang bergelung mendengkur di atas bantal khusus untuknya tidur. Matanya menyorot lurus ke depan, sejak dua jam terakhir, menikmati pertunjukan di dalam layar transparan yang memuat rekaman-rekaman lama miliknya; rekaman yang membawanya pada kenangan masa kanak-kanak. Tidak ada perubahan ekspresi. Tidak pula pergerakan di bibirnya yang mengerucut tak kentara. Ia letakkan hati-hati gelas di tangannya usai menyesap sedikit isi di dalamnya. Kakinya yang semula disilangkan kini berpijak pada lantai marmer. Tangannya disorong ke depan, bergerak-gerak memberi perintah untuk mematikan tayangan di depannya secara otomatis. Ia jenuh. Ia butuh sesuatu yang menyenangkan. P

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD