Bab Delapan Belas

3886 Words

Tahu kekacauan yang kutimbulkan, Nagara bertanya padaku siang harinya. Entah dari mana ia tahu apa yang kuperbuat kemarin, sampai kejadian berdarah-darah di pertambangan itu, namun aku menerima amarahnya akibat tindakan nekadku. “Kamu tahu yang kamu perbuat tadi bisa mencelakakan dirimu?” tanyanya, mondar-mandir dan menggelengkan kepala frustrasi. Ia berhenti di depanku sementara aku menengadah menatapnya. Dipandangnya aku melalui dua matanya. Ada kemurkaan yang menari liar di kedua mata itu, semakin membuatku merasa bersalah. “Aku hanya berniat membantu,” bantahku. “Apa salahnya? Aku tak tahan melihat sikap semena-mena mereka.” “Btari, ini tidak semudah yang kamu pikir! Ini bukan taman bermain! Kamu baru mengenal dunia luar—” “Ya… ya… aku tahu. Aku pernah jadi anak manja yang tak bisa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD