Keith merapihkan letak selimut yang menutupi tubuh Rachel. Rachel sudah diobatin, kini tidur di tempat tidur Keith. Di salah satu telapak tangan Rachel terpasang jarum infusan.
“Tuan Muda.” Dokter Altar menegur Keith,”Saya stand by kan Monik di sini.” ditunjuk seorang suster seusia Rachel, “Dia akan memantau kondisi Nona Rachel malam ini.”
“Tidak perlu, dok.” Keith menolak, sebab sekilas melihat Suster Monik bukan hanya cantik, tapi memandangnya dengan penuh minat. Sedangkan Keith tidak minat lagi dengan perempuan mana pun sejak mengenal Rachel. “Saya bisa memantau kondisi istri saya sendiri.” Dia dengan tegas mengatakan mampu merawat Rachel, “Baiknya tinggalkan saja semua obat untuk Rachel, termasuk sekiranya ada obat inject. Saya bisa kok memberikan semua itu sesuai aturan medis.”
Dokter Altar menghela nafas, lalu melirik suster Monik, kemudian memandang Keith yang hanya memandang ke Rachel. ‘Hadeuh, memang pesona putra Tuan Brylee begitu besar,’ desaunya paham mengapa Keith menolak dibantu suster Monik. ‘Tapi kan Nona Rachel perlu dipantau kondisinya, sebab obat perangsang dalam badannya masih mempengaruhi dirinya, meski tadi sudah dimuntahkan olehnya.’
“Terima kasih perhatian, dokter.” Keith mengucapkan terima kasih sambil mengalihkan pandangan ke dokter Altar.
“Jangan sungkan, tuan.” Dokter Altar menghela nafas, “Kalo begitu saya tinggalkan Vodi Perawat IGD untuk bantu anda merawat Nyonya Keith ya.” Dia menawarkan petugas lain untuk membantu Keith, dan agar Keith setuju disebutnya Rachel dengan “Nyonya Keith” artinya Rachel itu istri Keith.
“Tidak perlu.” Keith tersenyum geli mendengar ini, “Saya ada Veron kok yang membantu saya merawat Rachel.” Ditunjuknya Veron yang baru masuk ke dalam kamar ini, “Lalu ada ibu saya.’ ditunjuk juga Vienna yang bersama Veron. “Anda cukup menaruh semua obat, catatan instruksi, dan stand by kan ambulance. Lainnya saya bisa mengatasi.”
“Apa maksudmu, Keith?” tanya Vienna kini sudah ke dekat Keith. Dia tidak paham situasi saat ini, sebab baru saja Veron mengatakan Keith memperbolehkan masuk ke kamar ini sebab Rachel sudah selesai diobatin. “Ada apa sama kalian?” dilihatnya dokter Altar menghela nafas, dan Keith tersenyum tipis ke dokter Altar, merasa terjadi selisih paham.
“Tidak ada apa-apa, Mama.” Keith tidak mengatakan bahwa dokter Altar sedari tadi membujuknya untuk mau dibantu petugas medis untuk mengurus Rachel. “dok,’ ditegurnya dokter Altar, “saya tahu niat anda baik, tapi biar saya merawat sendiri istri saya ini.” Ditunjuk pula Rachel.
JRENG.
Vienna tersentak kaget mendengar ini.
“Istri, Keith?” ditegurnya Keith, “Perempuan ini istrimu?” dia menunjuk Rachel.
“Iya, Mama.” Keith menganggukan kepala, “Mama tidak perlu bertanya kapan Keith menikahinya.” Keith terkekeh melihat Vienna ingin bertanya kapan dia menikah sama Rachel.
“Hais!” Vienna menghela nafas, “Anak ini, sama banget sama Papanya. Dulu Papanya begitu, tidak memperbolehkan kakekmu bertanya kapan menikahi Mama.” Dia merasa sikap Keith sama persis dengan Brylee.
Sedikit flash back, Vienna sebenarnya sudah menikah sama Walter Salvador pria asal Spanyol di Singapura. Pernikahan tersebut tidak disetujui ayah Vienna, sebab sang ayah sudah menjodohkan dengan Kwee Tung pengusaha terpandang di Singapura. Sedangkan Kwee Tung sudah punya tiga istri.
Lalu saat Vienna positif mengandung Keith, Walter minta izin untuk ke Taiwan, ada bisnis baru miliknya. Walter adalah pengusaha, namun belum Billionaire seperti Kwee Tung. Sayangnya saat menuju Taiwan, pesawat yang ditumpangin Walter mengalami kerusakan dan jatuh. Walter dikabarkan tewas.
Vienna nelangsa mendengar kabar ini. Dia pun kebingungan bagaimana harus hidup sendiri, meski Walter membekalinya rumah tinggal dan harta. Lalu datanglah ayah Vienna yang bernama Ramon Jung. Ramon Jung sudah tahu bahwa Walter tewas, maka memaksa Vienna menikah sama Kwee Tung, atau Vienna akan dijual ke rumah bordil. Vienna pun dipaksa menggugurkan kandungan. Vienna lalu melarikan diri, dan dikejar oleh Ramon dan anak buah Kwee Jung.
Saat itu mobil mewah Brylee hampir menabraknya. Brylee segera keluar dan melihat Vienna masih dikejar oleh Ramon dan Kwee Jung. Karena Vienna cantik, membuat Brylee kesemsem, maka Brylee pun menolong Vienna. Brylee juga memindahkan Vienna ke rumahnya setelah Vienna mengatakan Ramon pasti akan tetap mengejarnya. Sejalan waktu, Brylee semakin jatuh cinta ke Vienna, ditemuilah Ramon, mengatakan bahwa Vienna sebenarnya tidak menikah sama Walter, tapi sama dia. Dan anak dalam kandungan Vienna adalah anaknya.
Brylee minta Ramon tidak mengusik lagi Vienna. Brylee juga mendatangi Kwee Tung, memberinya ultimatum keras agar tidak mengganggu Vienna istrinya. Ramon tidak percaya begitu saja, mendatangin Vienna, bertanya benarkah Brylee menikahi Vienna. Vienna terkaget mendengar ini, mau mementahkan kasus itu, tapi teringat Keith dalam kandungannya membutuhkan ayah untuk tetap hidup. Vienna terpaksa membenarkan pengakuan Brylee.
Singkatnya, Brylee melamar Vienna menjadi istri sah, dan Keith adalah putranya. Beruntung Brylee mandul, jadi Keith benar-benar menjadi anak Brylee. Brylee luar biasa mencintai Vienna dan Keith. Hal lain orangtua Brylee pun menyayangin Vienna dan Keith, kecuali Bruce adik kembar Brylee.
“Hehehe,” Keith tersenyum geli mendengar kegemasan Vienna,”Keith kan anak Papa, jelaslah seperti Papa.”
+++
Nico memegang tab milik Keith yang dihadapkan ke Muria. Muria minta melihat Rachel yang sudah diselamatkan Keith dan dikabarkan dirawat di rumah Brylee. Keith feeling pasti Muria minta Nico memperlihatkan Rachel, agar Muria tenang menjalani operasi malam ini.
Muria tampak lega, tapi juga sedih, sebab terlihat olehnya dibeberapa bagian wajah Rachel ada bekas border line merah, meski tadi Keith minta Vienna menyamarkan dengan foundation dan bedak.
“Pak Muria,” Keith menegur Muria, “Bapak sekarang bisa tenang kan, sebab Rachel aman bersama saya dan Mama.” ditunjuk Vienna di sisinya.
“Iya Mas Keith.” Muria menganggukan kepala, “Terima kasih segalanya. Terima kasih sudah menyelamatkan dan merawat Acha.” Beliau mengucapkan terima kasih ke Keith.
“Sama-sama, Pak Muria.” Keith tersenyum.
“Mas Keith, maaf, jangan panggil saya dengan Pak Muria ya.”
JRENG.
Keith terkejut mendengar ini, dipandang Muria dari layar tabnya.
“Mas Keith kan teman Acha, jadi panggil saja dengan Kakek.” Muria menjelaskan perkataannya.
Vienna mendengar ini tersenyum haru, diliriknya Keith dengan senang. Dia merasa Keith sudah mendapatkan hati Muria. Dia juga sudah diberitahu Veron bahwa Keith membiayai semua pengobatan dan operasi Muria. Dia merasa senang, berarti Keith benar jatuh cinta ke Rachel, dan bergerak sendiri melimpahkan cinta dengan menolong Muria dan Rachel.
Dia pun melihat Rachel perempuan baik, meski belum bicara sama Rachel yang masih tidur pulas akibat pengaruh obat perangsang dan obat dari dokter Altar. Tidak masalah kalo Keith benaran menikahi Rachel.
“Mas Keith!” Muria menegur Keith yang memandangnya dengan heran, “Panggil saya dengan Kakek ya.”
Vienna cepat mencubit sedikit lengan Keith, biar merespon Muria.
“Adaww!” Keith malah memekik, “Mama kok nyubit Keith?” ditukasnya Vienna dengan bingung.
“Hehehe.” Vienna tersenyum geli, “Tuh Kamu masih online sama kakeknya istrimu.” Dia berbisik di telinga Keith sambil menunjuk Muria yang terlihat dilayar tab di tangan Keith.
Keith melihat ke layar Tab, lalu cengegesan.
“Pak Muria,” Keith menegur Muria yang tersenyum geli melihat dia cengegesan, “Baiklah saya panggil anda dengan Kakek Muria.”
“Terima kasih, Mas Keith.”
Lalu tampak dokter dan dua perawat datang dengan membawa brankar untuk Muria.
“Maaf Pak Muria.” Dokter menegur Muria, “Sudah waktunya anda menjalanin operasi.” Diberitahu bahwa sudah waktu operasi untuk Muria saat ini.
“Baik, dok.” Muria paham, “Mas Keith, Nyonya,” dia bicara ke Keith dan Vienna, “Mohon doa baik kalian agar saya tenang menjalankan operasi. Dan saya mohon maaf, sekiranya terjadi sesuatu atas saya, saya memohon kalian berkenan mengurus dan menjaga Acha.” Dia merasa alam semesta mendatangkan jodoh yang baik untuk Rachel, sehingga jika terjadi sesuatu atas dirinya, Rachel ada suami yang menjaga dan mengurus. Dia feeling Keith lah jodoh Rachel.
“Kakek,” Keith tersenyum haru mendengar ini, “Operasi kakek pasti mulus.” Diberi masukan positif ke Muria, “Mengenai permohonan kakek tadi, tanpa kakek minta, saya pasti mengurus dan menjaga Acha seumur hidup saya.”
JRENG!
Vienna dan Nico mendengar ini tersentak kaget, lalu memandang Keith, tampak senyuman menyebul dari wajah mereka.
“Tuh dengerin Keith, Pak Muria,” sela Nico dengan senyum haru di wajahnya, “Keith tanpa diminta pasti mengurus dan menjaga Rachel. Jadi kakek harus optimis menjalani operasi ini, dan nanti bisa hadir saat Keith menikahi Rachel.”
JRENG!
Keith tersentak mendengar ini,
“Menikah, Nico?”
“Iyalah! Kan loe dari tadi menyebut Rachel itu istri loe. Jadi segeralah menjadikan hal itu nyata.”
+++
Keith keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk menutupi bagian bawahnya, dia mendengar Rachel mengigau. Segera didekatin Rachel, lupa menutupi tubuhnya dengan kimono atau pakaian. Dia tepuk-tepuk pelan pipi Rachel.
“Hei, Rachel.” Keith mencoba bicara sama Rachel, “Rachel.. Sayang..Kamu dengar suaraku?” tanyanya cemas, “Hadeuh kamu polos banget. Sampai jadi seperti ini. Untung tadi ada aku, kalo tidak habislah kamu diterkam Robert.” desaunya merasa Rachel lugu.
Tahu-tahu Rachel terlonjak bangun, memeluk Keith. Keith tersentak, tapi tidak berani melepas pelukan Rachel. Didengar racauan Rachel yang kacau balau. Bahkan dibiarkan Rachel bersikap aneh, seperti melepas pelukan, memukuli dadanya, lalu memeluknya lagi, menariknya baring di atas badan Rachel.
Keith mengamati Rachel, tersenyum geli sebab Rachel tampak memandanginnya dengan penuh gairah.
“Kamu menantangku, hmm?” tanyanya merasa libidonya tersulut aura menggemaskan Rachel dari tatapan Rachel ini.”Baik, aku penuhin tantanganmu. Jangan menyesal ya nanti kalo kita sama-sama enak.” kekehnya mengangkat badan Rachel, ditelanjangin Rachel, dan matanya merasa tergoda melihat tubuh Rachel yang sintal seksi meski ada hiasan border line merah dibeberapa bagian. Apalagi kedua p******a Rachel padat dengan dua anggur berwarna baby pink.
“Kamu benar-benar masih perawan ini.” desaunya sebab dia tahu mana perempuan yang perawan asli, dengan yang perawan kw. Pelan disentuh bergantian anggur milik gunung kembar Rachel yang masih berwarna merah muda cerah. Hatinya bergemuruh saat ini. Dia sering meniduri perempuan, bahkan yang perawan sekali pun. Namun kali ini terasa berbeda saat bersama Rachel.
Dia mulai mengusapin anggur-anggur itu perlahan dengan satu tangannya secara bergantian, lalu diraup salah satu gunung kembar ini. Rachel melenguh sambil merangkulkan kedua tangan ke leher Keith, dan menarik Keith baring bersamanya di tempat tidur.
“Akhh!” lenguh Rachel, sebab merasa Keith begitu menikmati gunungnya. Tangannya tanpa sadar menarik handuk yang menutupi bagian bawah tubuh Keith, “Akhh!” lenguhnya lagi sebab Keith melesakkan badan ke tubuhnya ini, dan bibir Keith menghisap kuat gunungnya. “Akhh!” lenguhnya terus terdengar, sebab Keith memainkan gunung lainnya. Badannya dan Keith bergesekan dan saling menekan saat ini.
‘Rachel,’ bisik hati Keith menikmati gairah mereka saat ini, ‘Aku bersumpah, menopang hidupmu dan kakekmu seumur hidup kalian. Biarkan kita menyatukan gairah saat ini yang meski kamu tidak menyadarinya.’
+ TO BE CONTINUE +