17. Merasa tanpa Meminta

1401 Words

17. Merasa tanpa Meminta   Serasa mimpi yang menjadi nyata, Kala curahan cintamu memenuhi d**a, Melekat bersama --- Kennan bangun dengan sakit di sekujur tubuhnya. Pegal-pegal hampir di setiap persendiannya. Dia ingat, semalaman menghabiskan waktu di dalam club langganannya. Menenggak minuman beralkohol entah sampai berapa botol, dia lupa. Tapi alasan kenapa dia sampai semabuk itu tidak terlupa sedikitpun. Dia batal dinner dengan Wilona karena tunangan wanita itu yang tiba-tiba datang dan membawa Wilona pergi. "Kamu hanya sahabatnya, tidak ada hak sedikitpun untuk melarang dia pergi bersamaku," Kennan mengusap wajahnya, kesal. Sial. Mengingat semalam hanya membuat hati Kennan menjadi lebih buruk lagi. Kennan memang tidak pernah bisa akur dengan Robby -laki-laki yang Wilona

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD