Saat ini Louis berusaha merangkak mendekati Luke, ia tak ingin anaknya terluka ataupun menjadi monster pembunuh seperti mereka.
"Dek, urus dia!" Perintah sang kakak yang sepertinya lebih tertarik menghabisi Luke daripada manusia seperti louis.
"Baik kak" Ucap sang adik yang langsung menendang habis tubuh louis, ia berusaha meraih apapun yang ada didekatnya termasuk sebuah raket nyamuk yang langsung ia pukulkan pada kaki monster itu sampai monster itu kesakitan.
Sedangkan sang kakak langsung berlari menyerang Luke dengan brutal , luke yang tak kalah mengerikannya juga mengigit monster itu dan mencakarnya habis-habisan , namun sialnya ia hanyalah anak kecil yang takkan sanggup menghadapi monster yang ada dihadapannya itu .
Monster itu langsung menginjak telapak tangan luke sampai ia mengerang kesakitan yang membuat louis bertambah marah dan langsung berdiri sembari meraih lampu hias yang ada disebelahnya dan memukulnya keras kearah monster , kemudian ia memaksakan diri menghampiri monster satunya yang sedang menginjak telapak tangan luke.
Ia langsung mendaratkan pukulan kepalan tangannya pada wajah monster itu , sialnya monster tersebut berhasil menangkis pukulan Louis dan malah ikut mencengkram tangan louis sampai menimbulkan bunyi retakan pada tangan kirinya, Kini ia benar-benar berhasil mencengkeram kedua ayah dan anak ini dan rasanya ia merasa sangat senang dengan tetesan air liur yang mulai membanjir mulutnya karena tidak mampu menahan rasa dahaga akan kelezatan Louis dan aura kebencian pada jenis luke.
"Maafin Papa..Luke.." Louis berusaha melepaskan cengkraman monster darinya.
Luke hanya mengerang kesakitan dan selang tak beberapa lama. suaranya berubah menjadi teriakan keras yang membuat kedua Monster menjadi terganggu dan kesakitan, keduanya langsung terjatuh dilantai sambil menutup kedua telinganya yang mulai mengeluarkan darah.
"Diamlah!!!!" Teriak sang monster yang terlihat sangat kesakitan, seakan-akan itu adalah jeritan super keras ditelinga monster yang rasanya teriakan cukup wajar bagi louis yang langsung memeluk Luke walaupun sebelah tangannya sudah patah.
"Hei manusia, suruh dia diam sekarang!!!" Bentak monster itu, tetapi memang saat ini tak ada yang bisa dilakukan oleh louis selain membiarkan kedua Monster itu kesakitan dan menusuk-nusuk telinganya dengan kuku panjangnya sendiri.
"Aku gak tahan kak" Sang adik yang tidak mau bernasib sama dengan si kakak langsung berlari meninggalkan rumah itu, kini hanya sang kakak yang masih tertinggal disana dan sibuk menghancurkan pendengarannya itu.
Dalam kesempatan inilah Louis memecahkan kaca jendela yang ada disebelahnya dengan laptop dan mengambil pecahan runcing kaca , ia terseret-seret mendekati si monster karna memang kakinya yang mulai lelah dan menusuk-nusuk leher monster itu .
Tangan besar monster itu langsung mencakar wajahnya, tetapi louis tak menyerah dan terus menyayat habis leher monster sampai putus dan meneteskan darah hitam pekat berbau amis diseluruh wajah Louis.
Sebelum kematiannya, monster itu menatap marah pada louis dan mengatakan ucapan yang sama dengan yang dikatakan oleh pria dirumah sakit itu.
"Dasar Anak terkutuk" Ucapnya lalu saat ini ia benar-benar telah mati, namun kematian monster itu tak membuat luke berhenti berteriak .
Louis pun langsung mendekati luke dan menutupi mulutnya luke yang tidak berhenti berteriak keras dan menatap tajam pada anak itu.
"Papa mohon berhentilah luke, tolong kembali seperti wujud normal...papa mohon" Tukasnya, Luke langsung terdiam dan membalas tajam tatapan Louis dan berdiri dihadapan sang ayah, lalu tanpa pikir panjang ia mencengkeram leher sang ayah sampai Louis kesulitan bernafas dan berkali-kali memukul tangan luke yang kuat.
"Kau bukan ayahku, sialan!!!" Bentaknya lalu melemparkan Louis kearah mayat monster itu dan memukul kepalanya ke dinding beberapa kali sampai keningnya meneteskan darah segar .
"Aku ayahmu, nak" Ucap Louis yang kini sudah benar-benar terasa kesulitan untuk menghampiri luke yang berada dihadapannya.
Louis bisa melihat mata merah luke berubah menjadi hitam dan sebelah tangannya bewarna hitam legam , ia hanya berdiri menatap muak kearah louis sebelum akhirnya mengamuk tak jelas menghancurkan semua yang ada didalam ruangan itu.
"Aku harusnya sudah mati, kenapa kau membangkitkanku lagi ? kenapa? " Bentaknya yang cukup menggila dengan segala kata umpatan.
"Aku 17 tahun, bukan bertubuh anak-anak ... " Ia sepertinya tidak terima akan keadaan dirinya saat ini , " Akan kubunuh kau dan seluruh pengikutmu, sialan" Gumamnya lagi dipenuhi dengan aura kebencian sembari menyeringai kejam , tetapi langkahnya terhenti saat melihat tangan louis yang berusaha menahan kaki luke untuk pergi.
"Dasar manusia menjijikan, jangan ikut campur bodoh!!!" Tukasnya, lalu ia berusaha menyingkirkan tangan louis dari kakinya dan berjalan pergi meninggalkan rumah louis tanpa sempat pria itu berbuat apa-apa.
"Luke!!!" Teriak Louis yang kini mulai menangis dan berusaha bangun tetapi tubuhnya terlalu lemas untuk bisa berdiri apalagi tangan kirinya yang telah patah. Kini louis hanya bisa menjerit-jerit seperti orang gila didalam ruangan sembari menunggu kedatangan istrinya ataupun orang lain yang menyadari bahwa dirinya juga korban oleh monster yang sebelumnya membunuh tetangga sebelah.