“Kinaraa,” Lagi - lagi suara Sam menggema di rumah itu dari suatu tempat. “Iya mass,” jawab Kinara – menyambar tas dan terbirit- b***t keluar dari kamarnya. Ia melihat Samudra sudah siap dengan pakaian kerja dan tengah membuat secangkir kopi hitam sambil menatap isi bekal makan siang Kinara. Sudah dua minggu ini Kinara masuk kerja. Setiap pagi ia akan berangkat bersama Samudra. “Hari ini kamu bawa itu?” tanya Sam sambil menatap Kinara dalam. Kinara mengangguk segera membereskan bekal makan siangnya. “Aku mau. Buatkan yang sama.” Perintah Samudra membuat Kinara melongo. “Tapi ini kita sudah mau berangkat?” tanya Kinara dengan suara pelan. “Capcaynya masih ada, kan? Tinggal goreng ceplok telor, tahu,tempe doang. Please,” pinta Samudra. “Baik juragan, baik,” jawab Kinara pelan s

