Bab 15. Sentuhan yang lupa dihitung

1084 Words

Kinara tersipu saat melihat Samudra malam itu. Batik yang dikenakannya berpadu rapi dengan celana kain, sementara rambutnya ditarik ke belakang, membuat wajah pria itu tampak semakin berwibawa. Ia sendiri menatap bayangannya di cermin, nyaris tak percaya. Riasan tipis yang pas, rambut tergerai, serta dress hitam sederhana namun elegan membuatnya terlihat berbeda. Seolah tak ada lagi Kinara yang murung dan pikirannya hanya uang. Samudra mengepalkan tangannya, menahan rasa puas yang mengembang di dadanya. Ada kebanggaan aneh saat menatap Kinara, seperti menemukan berlian yang akhirnya diasah dengan benar. Dengan gerakan pelan, Samudra merangkul pinggang Kinara dan membantunya masuk ke mobil ketika mereka bersiap berangkat ke acara launching produk terbaru perusahaan tempatnya bekerja. K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD