Bab 26

1606 Words

Kala matahari telah meninggalkan megahnya aksa, dengan semburat jingga pada gumpalan awan membentang di ufuk barat sana sebagai jejaknya. Alden baru tiba di rumah Naima. Wajahnya tampak keruh, tertekuk lesu seakan tak lagi ada minat untuk dunia, tiada senyum cerah yang biasanya menghiasi paras tampan itu. Helaan napas berkali-kali keluar dari mulut laki-laki itu, beban yang ia tanggung seakan sangat besar. Bunga-bunga cantik yang mekar di taman kecil depan rumah Naima seakan menyambut kedatangannya, sangat berbanding terbalik dengan apa yang Alden rasakan. Menghentikan langkahnya kala jarak pintu dan dirinya tidak sampai dua meter. Alden menatap pintu di depannya dengan nyalang. Ada ketakutan yang siap menghantamnya ketika pintu itu terbuka. Dinginnya angin yang berhembus, harusnya mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD