Bab 24

645 Words

Alden tidak mampu berbuat apa-apa, ketika Naima terus-terusan menangis. Bahkan wanita itu sempat pingsan. Pingsan, sadar, pingsan sadar, entahlah sudah beberapa kali hanya dalam hitungan waktu Naima mengalaminya. "Nai, udah jangan kayak gini. Kamu minum ini dulu," kata Alden seraya menyerahkan segelas air pada Naima yang hanya terbaring lemas di atas ranjangnya. Naima menggeleng tegas, matanya menatap Alden dengan nanar. Wanita itu kini terlihat amat menyedihkan. Mata Naima sembab, kantung matanya membengkak, putih di matanya pun tampak memerah. Naima menunjuk dadanya, namun masih lekat menatap Alden yang hanya diam tanpa bisa berbuat apa-apa. Alden berada di satu situasi yang membuat laki-laki itu bingung. Haruskah ia tetap melanjutkan langkahnya atau haruskah ia mundur. Semua pilihan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD