29. —Sejarah yang Terulang

1257 Words

“Apa Tama separah itu?” tanya Mahendra begitu mereka keluar dari pintu kaca yang menghubungkan ruang keluarga dengan taman samping yang luas. Rumput jepang yang rapi mengisi seluruh permukaan tanah di sana, pohon palem berada di tiap sudut. Ada pohon mangga dan jambu air juga pohon rambutan yang sudah dipanen dan buahnya ada di dalam rumah. Sudah dua musim Nesa menikmati hasil panennya. Sebuah gazebo dengan sofa-sofa juga ada di sana. Nesa dan Mahendra sedang berjalan menuju gazebo itu. “Kakek udah liat videonya?” tanya balik Nesa. “Sudah,” jawab Mahendra dengan napas berembus kesal. Nesa tersenyum, “Kakek liat full versi atau yang udah Maha edit?” tanyanya lagi. Kakek itu terkekeh pelan, “Apakah full versionnya lebih parah?” Dengan bibir mengatup. Pemikiran Kakek juga sama, kalau vi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD