10. —Rumah Djati

1193 Words

Kaiv pasti sudah memberi tahu gadis itu tentang apa yang akan dilakukannya. Bisa saja Nesa tidak memedulikannya. Tapi dering yang berhenti sendiri itu membuat Tama tersenyum tipis. Kenapa ia merasa senang? Padahal jelas-jelas di depannya Maha sedang mencoba memancingnya. Padahal jelas sekali tadi ia sedang diliputi amarah. Kenapa ia senang hanya karena ponselnya memberi dering khusus itu? Adik Tama yang hanya beda satu tahun itu mengalihkan pandangan dari Tama. Dengan wajah tersenyum sinis itu menoleh pada ayahnya, “Ayah juga terus aja belain Kak Tama. Iya, aku tau aku cuma pemain di bangku cadangan. Aku cuma jadi pilihan kedua yang harus nunggu giliran buat main. Selama ini aku diem aja karena aku menghormati kalian berdua, aku juga menghormati keputusan Kakek yang bilang kalau kakak ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD