23. —Keberuntungan Berbentuk Keluarga

1213 Words

“Beruntung banget Maha dikelilingi orang-orang yang sayang sama dia, ya,” Nesa memiringkan kepalanya, menatap Aish dengan senyum naik di bibirnya. Ia berdiri dan pindah duduk jadi di samping bumil itu. “Aku juga beruntung banget dikelilingi orang yang sayang aku,” tangan Nesa menggenggam tangan Aish di kedua tangannya. “Tadi malem Mas Tama, sekarang kamu,” lanjut Nesa dengan kepala mengangguk melihat tatapan tak percaya dari Aish dan Iza. “Kak Tama murka juga tadi malem, kan kak,” Iza sangsi. “Kita khawatir di rumah, tapi gak bisa apa-apa. Itu pertama kalinya Kak Tama murka sampe segitunya.” “Maha juga masih ngambek sama Ayah sampe tadi pagi,” sambung Aish. Iza mengangguk. Tangan kiri Nesa terangkat, menunjukan tangannya yang dibebat. “Mas Tama gak marah kok. Malah kita main pukul b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD