Apa yang salah dengan Kentang?

1423 Words
Jika membicarakan tentang makanan yang mampu menantang alam, bukankah jawabannya sudah jelas. Kentang! Tanaman perkasa yang mampu menahan badai dingin ataupun teriknya matahari, tak peduli pada musim apapun, Kentang memiliki daya tahan hidup yang sangat tinggi. Tapi, Begitu aku mengatakannya, wajah Paman Mizzre tampak kecewa dan terlihat bingung. Kenapa? Apa ada yang salah dengan saran yang aku berikan? Kalau kita membicarakan pasokan pangan, bukankah itu artinya bahan yang akan di jadikan makanan, dan kentang... Bukankah itu adalah bahan yang mempelopori banyak makanan enak? “Kentang? Apa anda berniat membuat seluruh orang di Kerajaan Badamdas mati keracunan, Kepala Desa? Meskipun Kerajaan Badamdas masih belum memiliki niatan untuk menguasai Nimiyan kembali, tapi menunjukkan rasa dendam sedalam itu, ku rasa itu...” “Paman Mizzre, apa yang kau bicarakan? Bukankah kau datang meminta saran kesini? Kurasa tidak ada saran yang lebih bagus kecuali dengan saran yang baru saja ku beri. Menanam kentang adalah pilihan yang terbaik,” ujarku. “Kenapa?” dengan tatapan bingun Paman Mizzre mengatakannya. “Kenapa? Apa ada alasan lainnya? Jawabannya hanya satu, karena kentang itu enak!” seruku sambil berdiri dengan mengangkat satu kakiku ke kursi yang ku duduki. Hehe! Aku sangat percaya diri mengatakannya. “Enak? Jangan-jangan Kepala Desa pernah memakannya? Kentang?” “Tentu saja pernah, kenapa kau menanyakannya seolah-olah memakan kentang itu adalah suatu hal yang tabu untuk di lakukan?” “Eh?!!! Habisnya yang kita bahas ini adalah kentang, lho. Makanan yang di kenal sangat beracun itu, mana ada manusia dalam sejarah ratusan tahun memakan benda beracun seperti itu dan masih bisa hidup sampai saat ini?!!” “Tapi jika itu adalah Kepala Desa, kemungkinan hal itu masih bisa terjadi. Seorang pria dengan kekuatan meracik obat ajaib. Jika anda memakan kentang lalu meminum Potion buatan anda, maka semuanya pasti akan baik-baik saja, benar?” imbuh Paman Mizzre sambil tersenyum dengan wajah aneh. Ah... Kenapa Paman Mizzre selalu memikirkan hal-hal yang berbau fantasi aneh semacam itu, kenapa dia tidak berhenti saja bekerja di ladang dan membuat sebuah Lite Novel. Benar juga, jika di lihat dari keadaan dunia ini, apakah pernah selama sebulan terakhir aku memakan kentang? Tidak! Apa aku pernah melihat benda itu di dapur ataupun di jual di pasar kota? Tidak. Itu artinya, benda itu memang tidak di inginkan oleh orang di dunia ini. Bukan mereka tidak menginginkannya, hanya saja mereka tidak tau cara memanfaatkannya. Memang benar jika kentang itu mengandung racun secara alami, itu adalah Solanin dan Chaconin. Racun tersebut adalah bagian berwarna hijau dari kulit kentang, semakin terlihat warna hijaunya maka kentang itu semakin beracun, itu hanya kalau klorofil kentang di paparkan pada matahari. Itu sebabnya kita perlu menyimpan kentang ke dalam gudang, dan pengeringannya hanya melalui lampu. Karena di dunia ini tidak ada lampu, maka lentera saja cukup. “Paman Mizzre? Apakah tidak ada kentang yang tumbuh di sekitar sini?” “Kalau di sekitar desa mungkin kita tidak bisa menemukannya, tapi di luar desa, di Hutan Nimiyan misalnya, pasti kita bisa menemukan beberapa. Kalau anda ingin mencarinya, kurasa harus secepatnya, karena saat musim dingin tanaman itu akan mati dan tidak akan tumbuh.” “Sebenarnya saya merasa aneh dengan pernyataan anda yang menyatakan dapat menanamnya walau musim sedang dingin. Apa anda benar-benar bisa melakukan itu?” “Tentu saja bisa. Tapi untuk saat ini, Paman. Maukah kau mencoba untuk memakan kentang?” “Eh? Serius?!” **** Waktu untuk benar-benar memperkenalkan kentang pada mereka dimulai. Kira-kira bagaimana pendapat mereka setelah tau rasanya ya? Aku tidak sabar. Seperti biasa aku memanggil tim ekspedisi yang terdiri dari Torn, Lyod, Hathor dan juga Paman Mizzre untuk mencari kentang bersamaku. Ternyata mencari kentang tidaklah sesusah perkiraanku, disini kentang hampir sama halnya dengan tanaman liar, kita bisa dengan mudah menjumpainya di sepanjang jalan. Ternyata meski di berikan berkah sejelas ini, Orang-orang ini sama sekali tidak dapat memanfaatkan, sayang sekali. “Ichigaya, apakah benar kau pernah makan kentang sebelumnya? Seharusnyab kau tidak menyamakan perut ahli obatmu itu dengan perut warga biasa seperti kami. Kau yakin memakan kentang ini tidak akan membunuh kami?” ujar Torn yang selalu ragu mencabut kentang dan meletakkan di kantong penyimpanannya. “Hei, mana mungkin aku akan membahayakan warga desaku sendiri. Aku jamin seratus persen orang-orang tidak akan mati setelah memakannya. Setauku hanya ada satu efek samping yang diakibatkan dari mengonsumsi kentang.” “Heh?!! Jadi benar akan terjadi sesuatu jika kita memakannya? Tentu saja, bukankah yang kita bicarakan saat ini adalah tanaman beracun. Pasti ada efek samping yang akan di dapat setelah kita memakannya,” kata Lyod dengan wajah cemas. “Ya! Dan efek samping dari mengkonsumsi kentang ini adalah... Ketagihan.” Akhirnya tas penyimpanan yang kami bawa terisi penuh dengan benda yang sangat beracun menurut orang-orang desa, tentu saja saat kami membawanya ke desa secara terang-terangan, benda itu sangat mencolok dan terlihat oleh semua orang, wajah mereka kebingungan, dan melalui Kebingungan itu muncullah rasa penasaran yang cukup dalam. Hehe... Tanpa di minta mereka tiba-tiba mengikutiku. “Kentang?” “Benar, itu adalah kentang.” “Eh... Kenapa Kepala Desa membawa benda beracun sebanyak itu ke dalam desa?” “Ntahlah, apa dia ingin menggunakannya sebagai bahan pembuatan obat?” “Obat atau racun yang kau maksud?” Dan keriuhan yang sempat terjadi di hutan kini juga terjadi bahkan di dalam desa. Aku merasa sangat beruntung karena di desa akhir-akhir ini sering di adakan pesta, jadi alat masak para ibu-ibu yang tinggal di Desa Nimiyan ini, mereka tinggalkan begitu saja di gudang gedung Balai Desa. Haha... Itu artinya ini adalah saatnya mendemonstrasikan secara langsung pada mereka sekaligus memperkenalkan mereka pada makanan yang akan menjadi favorit untuk lidah mereka. “Alat masak? Kenapa Kepala Desa mengeluarkan semua alat masaknya?” “Heh? Kalian serius menanyakan hal itu? Bukankah jawabannya sudah jelas? Tentu saja untuk memasak,” ujarku. “Apa itu artinya akan ada pesta lainnya yang akan di gelar sebentar lagi, Kepala Desa? Wah aku tidak sabar menantikan untuk yang satu ini,” dengan merasa girang warga mengatakannnya. Bahkan aku melihat beberapa dari mereka bertukar tos dan melompat karena merasa senang. “Benar! Benar sekali! Tolong panggilkan semua orang yang bekerja untuk segera datang ke Balai Desa, ini adalah pesta dadakan. Suruh yang lainnya bergabung! Hahaha!” seruku. Mereka semua semakin girang dan tanpa aba-aba lagi mereka berlarian dan mulai menyampaikan kabar tentang pesta dadakan ini ke seluruh desa. Sambil menunggu mereka kembali aku, Lyod, Torn dan Hathor menyiapkan semua alatnya. Tak lama setelah itu beberapa orang yang tadinya pergi kembali membawa rekan yang lebih banyak. Karena aku sudah terbiasa melihat para warga desa berkumpul, Orang-orang yang berkerumun itu meskipun tanpa aku hitung jumlahnya aku tau kalau itu sudah mencakup semuanya. “Wah benar, Kepala Desa dan yang lainnya sedang menyiapkan alat masak. Kalau begitu akan benar-benar ada pesta setelah ini. Wah... Asyik!!” “Kalau begitu ayo kita bantu untuk mengatur kursinya!” “Para orang dewasa yang kuat untuk mengangkat kursi, ayo bantu aku mengambilnya dari gudang!” “Owww!!!” dengan nada yang sangat bersemangat serempak orang-orang menyerukannya dan segera pergi ke gudang untuk mengambil kursi. Anak-anak dan juga para wanita terlihat begitu senang. Apa aku akan merusak suasana hati mereka jika aku mengatakan yang sebenarnya? Tapi karena tidak ada yang bertanya, ya sudah lah. “Ichigaya, Pesta ini atas rangka apa? Apa kau ingin merayakan sesuatu? Tapi apa itu?” Rya mendekatiku dan menjadi orang yang bertanya pertama kali. Haa... Jika dia yang bertanya, mana mungkin aku tidak menjawabnya. Kurasa aku benar-benar akan menghancurkan suasana perayaan ini. Ah... Orang-orang yang mengambil kursinya pun sudah kembali. Kuharap mereka mendengarkan ini baik-baik dan tetap menjaga suasana hati mereka yang membara itu. “Semuanya dengar, ini... Adalah Pesta Makan,” ujarku dengan sedikit bingung. Rasanya tidak enak juga terlihat bersemangat, jika mereka tau maksudku bukankah itu sama halnya aku membohongi sikap polos mereka? “Asyik!!! Pesta Makan! Kita bisa makan-makanan yang di masak oleh Kepala Desa bersama-sama. Aku benar-benar tidak sabar untuk ini.” “Aku juga!” “Kepala Desa, apa yang akan menjadi tema masakan dari Pesta Makanan yang akan di langsungkan hari ini? Daging? Ikan? Roti?” “Apapun makanan yang di masak oleh Kepala Desa, kami semua dengan senang hati memakannya.” “Haha... Kuharap kalian tidak menarik kalimat yang baru saja keluar dari mulut kalian itu,” ujarku. “Jadi... Apa yang akan menjadi tema masakan yang akan di masak oleh Kepala Desa kali ini?” Sambil menunjuk ke arah kantong penyimpanan yang ada di sampingku, aku mengatakan dengan jelas kepada mereka. “Temanya adalah Kentang.” Keriuahan yang baru saja terjadi, ntah kenapa lenyap secara tiba-tiba seperti terbawa angin.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD