Awalnya aku berpikir untuk menggunakan separuh kentang yang sudah berhasil kami bawa dari hutan untuk di makan bersama warga, dan separuh lainnya aku ingin gunakan untuk mengajarkan para warga desa cara membudidayakannya.
Tapi siapa yang menyangka, perkenalan mereka pertama kalinya dengan Tuan Kentang membuat mereka tidak bisa berhenti untuk memakannya, akhirnya... Semua yang kami ambil dari hutan, habis.
“Kentang Goreng memang luar biasa, tapi Kentang Goreng dengan saus tomat, benar-benar kombinasi yang mengagumkan. Bagaimana dunia bisa mengabaikan rasa yang luar biasa ini. Ah... Seumur hidup aku akan mendoakan kesehatan untuk Kepala Desa yang telah membantu kami mengenal Tuan Kentang.”
Hahaha... Itu hanya kentang goreng, loh. Bagaimana bisa kalian terlalu berlebihan seperti itu.
“Benar-benar tidak ada racun di dalamnya, bahkan setelah memakan begitu banyak, aku tidak merasakan adanya efek samping, kecuali seperti yang di bilang oleh, Kepala Desa. Kenyang!”
“Hei... Aku tidak bilang kalau tidak ada racun pada kentang, kalian tidak bisa memakan benda ini seenaknya. Sebelum kalian mengolahnya menjadi makanan, kalian perlu tau metode untuk menyiapkannya.”
“Kentang memang memiliki senyawa racun di dalamnya, bahkan racunnya sendiri bisa kalian lihat dengan mata telanjang. Itu adalah sesuatu yang berwarna hijau pada kentang, jadi jika kalian melihat kentang mulai menampakkan warna hijaunya, maka itu tandanya kentang itu beracun, dan tidak aman untuk di konsumsi. Jika kalian tidak berhati-hati, penyakit seperti sakit perut, diare, muntah-muntah... Bahkan kematian pun mungkin terjadi.”
“Cara untuk menghilangkan racun dari kentang sebenarnya sangat sederhana, kalian semua cukup menghilangkan semua bagian hijau pada kentang. Tapi... Kalian harus tetap waspada, kemungkinan racunnya tidak hilang sepenuhnya. Untuk membunuh racun itu, ada cara lain yang bisa kalian lakukan. Yaitu dengan menggoreng kentang pada suhu api yang sangat tinggi. Seperti yang kulakukan tadi.”
“Wahh... Jadi seperti itu rahasianya. Kepala Desa, meskipun dia masih sangat muda tapi dia sangat kaya akan pengalaman, bahkan pengetahuan yang tidak di ajarkan di dalam buku pun dia mampu mengetahuinya.”
“Hehe... Apa itu membuat kalian semua terkejut, bahkan aku memiliki sesuatu yang lebih mengejutkan lagi untuk dikatakan. Apa kalian ingin mengetahuinya?”
“Kepala Desa, mohon beri tahu kami!”
“Karena kalian yang memintanya tentu akan aku beritahu, tapi bersiaplah untuk terkejut. Aku... Memiliki cara membudidayakan kentang! Bukan hanya cara menanamnya, bahkan cara menyimpan dan membuatnya bertahan lama pun aku memilikinya. Dan yang terpenting adalah, cara membuat kentang-kentang itu tidak berwarna hijau ataupun beracun.”
“Kedengarannya sangat hebat.”
“Kentang yang kalian makan tadi itu terlalu memiliki banyak warna hijau, artinya kadar racun yang terkandung di dalamnya terlalu tinggi. Aku dengan terpaksa membuang banyak bagian dari kentangnya, padahal jika kentangnya sehat dan tidak berwarna hijau, bukankah seharusnya kalian masih bisa memakan lebih banyak kentang goreng? Itu terdengar lebih hebat, bukan?”
“Ya!!! Itu terdengar seribu kali lebih hebat!”
“Yosh! Berarti sudah di putuskan, selama musim dingin yang akan datang Desa Nimiyan akan tetap menghidupkan pertaniannya dengan cara menanam kentang. Apa kalian setuju?!”
“Tidak ada keluhan, Kepala Desa. Kami semua akan mengikuti sesuai yang anda arahkan untuk kami!” seru mereka dengan kompak.
Itu artinya tidak akan ada masalah dengan pertaniannya, dan aku sangat yakin dengan bantuan para wargaku yang gigih, pekerjaan ini akan mulus seratus persen. Sekarang masalahnya hanya tentang bagaimana aku harus bernegosiasi dengan pihak dari Kerajaan Badamdas.
****
Paman Mizzre sebagai orang yang bertanggung jawab untuk pertanian dan juga peternakan, Bibi Merry sebagai orang yang bertanggung jawab atas keuangan di desa, Paman Bern sebagai seorang yang bertanggung jawab atas diplomasi, Rya yang bertanggung jawab atas perdagangan, dan Hathor sebagai orang yang bertanggung jawab atas keamanan.
Hari ini kami berkumpul untuk membahas rencana desa selanjutnya. Hanya tersisa beberapa hari lagi sebelum kami harus pergi ke Kerajaan Badamdas menyetor jatah pangan untuk Kerajaan itu.
Sudah seminggu berlalu sejak kami berhasil menanamnya, butuh waktu hingga 3 sampai 4 bulan sampai kentang yang bagus siap untuk di panen. Masalahnya adalah, dalam jangka waktu tersebut musim dingin sudah terjadi dan ada pada puncak kondisi terburuknya. Biasanya kekurangan pangan akan terjadi jika tidak ada persiapan sama sekali.
Sebagai orang yang bertanggung jawab untuk masalah pangan, Desa Nimiyan memiliki potensi paling tinggi untuk disalahkan jika sampai kelaparan menimpa Kerajaan Badamdas. Hal itu tidak bisa di biarkan terjadi.
“Minggu depan aku akan pergi ke Ibu Kota Irishe.”
“Setelah kita tidak pergi kesana untuk waktu yang lumayan lama, apakah kita harus pergi ke tempat itu lagi?” kata Paman Bern.
“Meskipun kita pergi dengan memberikan masalah pada mereka beberapa minggu lalu, tapi kita tidak ada pilihan lain untuk kembali kesana. Kewajiban kita untuk menyerahkan hasil panen pada kerajaan sudah semakin mendekati tenggat waktu.”
“Benar juga, sebelumnya kita tidak pernah telat memberikan upeti pada kerajaan, malahan kita selalu membayarnya di awal.”
“Itulah sebabnya keadaan di desa sampai saat ini tetap terlindungi tanpa ada masalah. Kerajaan masih mengawasi kita.”
“Paman Bern, aku akan pergi minggu depan. Tapi aku hanya akan pergi bersama Hathor. Orang yang mengenalimu di kota tersebut terlalu banyak, tapi untuk kami berdua tidak terlalu. Jadi kami mungkin bisa pergi lebih bebas tanpa menimbulkan masalah. Hanya saja... Aku perlu waspada pada Tuan Tarich disana, aku hanya tidak mau menemui serigala licik itu.”
“Apa anda berniat berdiskusi dengan raja?”
“Itu memang ada dalam rencanaku, bagaimanapun dia adalah orang yang paling bertanggung jawab atas Kerajaan Badamdas, sedangkan aku adalah orang yang bertanggung jawab untuk Desa Nimiyan. Menurut perjanjian yang telah di tinggalkan leluhur kami, bukankah masalah ini adalah masalah yang perlu kami diskusikan? Aku dan Raja Badamdas.”
“Kepala Desa, dia adalah seorang Raja. Rakyat jelata macam kita mana mungkin bisa menemuinya?”
“Tentu saja itu tidak mungkin,” jawabku dengan cepat.
“Tapi aku memiliki sebuah cara yang membuat hal itu mungkin terjadi,” imbuhku.
“Kepala Desa? Benarkah yang anda katakan?!” Paman Mizzre mengatakannya dengan ekspresi terkejut.
“Jika Kepala Desa mengatakan bahwa dia memiliki cara, itu artinya dia benar-benar memiliki jalan keluar untuk masalah ini,” ujar Bibi Merry.
“Benar, jika Kepala Desa mengatakan demikian, maka memang demikian yang akan terjadi.”
“Tapi cara untuk membuat anda bertemu dengan raja, bagaimana anda mungkin menemukan cara seperti itu? Ah... Kepala Desa, sejujurnya saya tidak pernah bisa memikirkan apa yang ada dalam pikiran anda. Karena anda selalu melakukan hal-hal yang luar biasa, otak saya tidak sampai untuk memikirkannya.”
“Mungkin itu hanya sebuah pertemuan yang tidak di sengaja, sebuah kesempatam yang mungkin hanya secuil aku bisa mendapatkannya. Tapi... Aku sangat ingin bertaruh untuk kemungkinan yang kecil itu. Bahkan jika itu Ibu Kota Irishe yang luas, aku akan pergi untuk mencarinya.”
Benar... Dia orang yang tidak sengaja aku temui. Mungkin dia adalah orang yang mampu menghubungkan antar aku dan sang Raja.