Hathor dan Aku

1658 Words
Hadeh... Hadeh... Orang ini bukan hanya memiliki niat kejam, tapi dia juga licik. Baru saja dia berkata akan melepaskanku jika aku memberitahu cara melihat dia, tapi dia malah menghilang lagi dan mencoba kesempatan ini untuk... Slash!!! Darah tumpah begitu saja, Flyn yang menghilang mengalami luka tebas di antara d**a hingga ke bahunya. “Kau... Kau membohongiku rupanya,” kata Flyn sambil mencoba menutupi lukanya yang cukup lebar itu. “Apa yang kau katakan? Aku benar-benar tidak mengerti,” jawabku. “Kau berpura-pura lemah, berpura-pura takut kehilangan nyawamu. Padahal kau itu kuat hingga mampu menebasku, kurang ajar... Beraninya kau membohongiku.” “Flyn... Begitu kau menyebutkan namamu, kan? Maaf Flyn, tapi kau dulu yang berbohong padaku, kau bilang akan melepaskanku jika aku mengatakan caranya, tapi kau hanya membual saja. Bagiku... Membohongi seorang pembohong sepertimu, adalah bentuk kejujuran.” “Ku... Rang... A.. Jar... Kau.” Flyn tumbang akibat kehabisan darah. Benar-benar orang licik, kau pantas mendapatkannya. Aku terkejut orang ini mampu berpikir dengan baik, saat aku bilang dia meninggalkan jejak di rumput saat mengendap-endap dia langsung melompat ke arahku, dengan begitu tidak akan ada jejak pada rumputnya. Tapi... Titik merahmu yang mendekat di Map itu sangat jelas, percuma saja menggunakan Skill Stealth di hadapanku. Baiklah, satu titik merah hilang, titik merah lainnya ikut bergerak. Tidak peduli apakah kalian Assasin juga, majulah sesuka hati kalian, aku akan selalu bisa melihat kemana arah yang kalian tuju. “Sulit di percaya, Flyn akan menemui ajalnya hari ini. Padahal sudah ku katakan untuk tidak pergi, hari ini aku bangun tidur dengan menyimpulkan tangan. Aku sudah bilang kalau itu pertanda buruk, cihh! Dia malah bertindak seenaknya dan tidak mendengarku.” Orang yang baru saja berbicara itu adalah Gulsar, jika di lihat dari sikapnya yang terlihat lebih angkuh, dia pasti adalah pemimpin kelompok bandit ini. “Sekarang dia menerima akibatnya,” imbuh Gulsar. Benar, di map hanya ada tujuh titik merah sekarang. Mereka keluar bertujuh itu artinya tidak ada yang menggunakan Skill Stealth atau si Flyn ini adalah satu-satunya orang yang bisa melakukannya. Level mereka tidak jauh lebih tinggi dari si Flyn, tapi tetap saja aku kalah jumlah. Apa aku harus menyobek kertasnya? Tidak ada pilihan lain, aku akan menyobeknya. Baiklah, sekarang aku hanya perlu melakukan sesuatu untuk mengulur waktu agar Hathor bisa sampai kesini tepat waktu, setidaknya sebelum hal buruk terjadi. “Apa yang kau lakukan dengan menyobek sesuatu yang mirip kertas itu?” tanya Gulsar. “Bukan hanya mirip tapi itu sebenarnya memang sebuah kertas. Kau tau, sebelumnya aku menulis kata mati di kertas ini. Jadi setiap aku menyobeknya, aku merasa bisa menghindari kematian.” “Sama halnya denganmu yang percaya dengan posisi bangun tidurmu menentukan apa yang akan terjadi padamu setelahnya. Aku tipekal orang yang mempercayai takhayul semacam itu,” sambungku. “Hahaha... Padahal anak buahku tidak ada satupun yang mempercayai dengan omong kosong itu, ini baru pertama kalinya aku bertemu dengan orang yang memiliki satu pemahaman denganku,” kata Gulsar. Sayang sekali Tuan Gulsar, aku sama sekali bukan orang yang kau maksud. Aku juga tidak percaya dengan omong kosong ini. “Kau bilang kalau harimu akan buruk hari ini? Untuk menghindari ke apesan yang lebih lanjut, bagaimana jika kau membiarkan aku pergi?” “Sayang sekali, kawan. Aku tidak bisa melakukan itu, kau baru saja membunuh Flyn, sebagai pemimpin bagaimana aku bisa tetap menjaga wibawaku jika tidak menanggapi hal ini dengan serius?” “Setidaknya kau juga harus mati,” sambung Gulsar. “Kau yakin? Meskipun kau mendapat ramalan akan bernasib buruk hari ini?” kataku. Titik hijau yang datang padaku dengan kecepatan tinggi ini pasti Hathor, akhirnya kau terlihat di radar, artinya hanya menunggu waktu sampai dirimu datang. Kau tidak perlu lari secepat itu, aku masih bisa mengulur waktu untukmu padahal. “Ya, meskipun aku mendapat ramalan bernasib buruk, tapi tampaknya kau malah terlihat seperti orang yang tertimpa nasib lebih buruk dariku.” “Flyn mati karena dia bertindak sendiri, tapi sekarang kami bertujuh dan kau sendirian. Itu buruk untukmu, kesempatanmu untuk tidak mati sangat tipis.” “Hahaha... Aku tidak berpikir seperti itu, saat aku merobek kertas itu. Jarak antara kematian dengan diriku terpaut seperti langit dan bumi. Kau tau artinya? Itu sangat jauh,” jawabku. “Sayang sekali, Kawan. Kau perlu menyobek kertas lebih banyak dari itu.” “Itupun kalau kau benar-benar bisa menghindari kematianmu!” Gulsar sudah mengambil ancang-ancang untuk melakukan sebuah serangan padaku. “Bos! Sesuatu datang mendekat ke arah kita,” ujar salah satu bawahannya. “Yang di katakannya benar Bos, sesuati sedang mendekat kesini. Kalau tebakanku tidak salah, yang bergerak secepat ini dengan langkah yang sangat berat... Tidak salah lagi ini adalah seekor Beruang Merah,” imbuh bawahan Gulsar lainnya. “Beruang Merah? Si4l! Kenapa monster yang dj kenal sangat ganas sepertinya berkeliaran di hutan ini? Bukankah habitatnya masih barada jauh di dalam hutan. Hari ini aku benar-benar mengalami nasib buruk, kenapa tidak ada satupun yang mendengarkanku.” “Kita harus segera pergi dari sini, hanya dengan bertujuh kita tidak akan bisa membunuh Beruang Merah, setidaknya butuh Party yang berisi lima belas petualang kelas B untuk mengalahkan seekor Beruang Merah.” “Bos bilang agar kita kabur, tunggu apalagi?!” Lalu sebuah kobaran Api mengelilingi tempat kami, api yang membara itu mengitari kami seperti dinding yang menutup semua jalan. “Bos! Dia adalah seseorang yang memiliki elemen api,” kata salah satu anak buah Gulsar sambil menunjuk ke arahku. “Anak muda, apa yang kau lakukan? Kau berniat mengurung kami di sini bersamamu agar kita bisa menjadi santapan Monster buas itu?” “Sial, jika ini adalah sihirnya. Hanya dia satu-satunya orang yang bisa keluar dari sini. Dia sebenarnya seorang petualang tingkat tinggi, skill ini tidak bisa di gunakan oleh petualang yang hanya berada di tingkat lanjutan, Bos.” “Anak muda... Kau benar-benar mempermainkan kami semua, ya!!! Aku tidak peduli apakah kau itu petualang tingkat tinggi atau apa, hari ini aku akan membunuhmu!” Jlebb!!! Sebuah tombak yang ku kenal menembus d**a Gulsar dari belakang yang membuatnya terhenti saat hendak mendekatiku. “Kau begitu kesal ketika anak buahmu tidak mempercayai omong kosongmu, tapi sekarang kau sendiri yang tidak mempercayainya. Harusnya kau tetap percaya tentang hal buruk yang mungkin terjadi, tapi sekarang sudah terlambat, ya.” “Si4l..an,” dengan langkah gontai dia berjalan ke arahku. “Saat aku menyobek kertas itu, jarak kematian benar-benar seperti langit dan bumi. Aku percaya, karena sudah dua kali aku membuktikannya.” Kemudian Gulsar jatuh menghembuskan nafas terakhirnya. Para anak buah yang melihat Gulsar tumbang menjadi begitu takut hal yang sama menimpa mereka, kaki mereka gemetar bahkan gigi mereka gemeretak menggigil. Hathor melewati dinding api yang di ciptakan melalui sihirnya. “Kepala Desa, anda baik-baik saja?” tanyanya dengan nafas yang terengah-engah. “Tidak apa-apa, Hathor. Tapi ngomong-ngomong, bagaimana kau bisa di lumuri oleh banyak darah?” “Ada beberapa Beruang Merah menyerang saya ketika hendak mencari air, hal itu yang membuat saya pergi terlalu lama. Maaf membiarkan bahaya mendekati anda, Kepala Desa.” Apa kau baru saja bilang mengalahkan beberapa Beruang Merah? Kau sendiri? Aku mendengar Gulsar mengatakan bahwa membunuh seekor Beruang membutuhkan Party yang berisi lima belas petualang Rank B. Tapi Hathor mengalahkan beberapa hanya seorang diri? Level kekuatannya benar-benar berada di alam yang berbeda. “Jangan salahkan dirimu, aku sama sekali tidak terluka. Aku baik-baik saja, aku membunuh salah satu dari mereka dan kau membunuh pemimpinnya. Sekarang mereka benar-benar ketakutan,” ujarku. “Tidak kusangka akan ada beberapa Bandit di sekitar hutan ini. Kelihatannya mereka mendekat karena asap yang membubung ke atas, mereka mengetahui lokasi seseorang dengan cara itu, pasti mereka mengira ada orang yang sedang berhenti sejenak untuk istirahat. Lalu mereka memastikan apakah itu sesama bandit atau seorang pedagang, saat target yang terlihat adalah pedagang, niat merampok mereka pasti muncul.” “Ya, kau benar. Karena melihatku yang tengah sendirian mereka menganggap aku adalah sasaran yang mudah, itu membuat mereka lengah dan membahayakan diri mereka sendiri.” “Jadi Kepala Desa, sisa para Bandit ini... Bagaimana kita akan memperlakukannya? Apa kita penggal saja mereka disini satu per satu, lagipula tidak ada jalan keluar bagi mereka yang sudah berada di dalam penjara apiku.” Tidak, tidak... Memenggal mereka satu per satu adalah tindakan yang terlalu barbar. Kalau bisa aku tidak ingin melihat Hathor melakukannya. Meski mereka Bandit yang tidak pernah ragu untuk bertindak kejam, tapi aku merasa mereka pantas untuk memperbaiki diri mereka sendiri. Jika mereka memutuakan untuk bertindak jahat lagi di masa depan, konsekuensinya akan mereka tanggung sendiri. Seperti halnya Flyn dan juga Gulsar yang mati hari ini karena tindakan jahat mereka. Meskipun bukan aku atau Hathor yang membunuh sisanya, jika tetap bertindak jahat mungkin ajal segera menjemput mereka. “Tidak, aku ingin kau membatalkan sihirnya dan membiarkan mereka pergi dari sini.” “Kepala Desa, apa anda yakin untuk melepaskan mereka?” “Ya! Kalian semua dengar ini baik-baik. Sebaiknya kalian pikirkan tindakan kalian kedepannya, cari pekerjaan yang benar dan berhenti merugikan orang lain. Kenapa? Karena saat diri kalian sendiri yang di rugikan nantinya, akan sangat terlambat untuk menyesalinya.” Hathor membatalkan sihirnya, api itu tiba-tiba lenyap dan hanya meninggalkan bekas di rumput. “Sekarang pergilah!” “Te-terima kasih Tuan!” dengan gelagapan para Bandit yang tersisa berlari terbirit-b***t. “Sekarang mereka pergi, tapi apa tidak masalah meninggalkan mayat rekan mereka disini begitu saja?” “Hathor? Apa kita perlu menguburkan mereka?!” “Tidak Kepala Desa, hal semacam itu tidak perlu. Biarkan saja mayat mereka begitu, lagipula mereka orang jahat, dan apa yang mereka terima adalah hasil tindakan mereka sendiri.” “Jika kita biarkan pasti akan ada beberapa Hewan yang nantinya memakan tubuh mereka. Itu bisa di hitung kita berbuat baik karena telah memberikan para Hewan itu daging untuk di makan, sebaiknya kita pergi saja dari sini.” Aku cukup terkejut dengan apa yang kau katakan tadi, kau selalu bilang kau tidak mampu membaca apa yang ada di pikiranku, tapi aku sendiri juga tidak dapat menebak pikiranmu yang ternyata unik itu. Jadi kita biarkan saja mereka seperti ini, ya?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD