Nara mengganti pakaian basahnya dengan yang baru lalu menyuruh Pras melakukan yang sama namun karena tidak memiliki baju lelaki maka ia meminjamkan Pras baju milik tetangganya. Praspun telah berganti baju, ia ingin berpamitan pada Nara yang sedang membuatkan teh hangat untuknya namun Nara sama sekali tidak menjawabnya. "Nar." panggil Pras lembut. Nara tidak menjawabnya, tubuhnya memang disitu namun pikirannya entah dimana. "Aaawwss," desis Nara saat air teh panas itu mengenai tangannya seolah untuk menyadarkan ia dari semua lamunannya, tapi bagi Nara ini tidak lebih sakit dari rasa di hatinya. "Nara!" pekik Pras. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Nara. Tidak tahukah Nara jika Pras sangat mengkhawatirkannya? Pras menuntun Nara meninggalkan dapur menuju ruang te

