Nara memejamkan matanya lalu memijit dahinya. Pekerjaannya hari ini sangat melelahkan, membuatnya pusing sekali. Nara mengambil kalender kecil di samping mejanya, di lihatnya tangga satu lalu membayangkan gajiannya dan berharap pusing di kepalanya hilang, muncul semangat namun rasanya tetap saja sama. "Kenapa lo? Kepikiran Pras?" Kila menyenggolnya membuat Nara membelalakan mata karena kaget. Omong-omong Nara pun tidak mengetahui keadaan Pras entahlah akhir-akhir ini pikirannya terkuras untuk kerjaan, kerjaan lagi, kerjaan terus. Nara mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Tangannya menari-nari untuk memberi sebuah pesan untuk Pras. Nara : Gimana keadaannya? Gue kerumah lo nanti sore ya, tolong makanannya di kondisikan;) "Nar," Nara berdeham pelan. "Lo sama Aksa punya hubungan?" seli

