Ke-limabelas

1130 Words

Nara baru sadar jika ternyata Bogor seindah ini, senja yang ia lihat dari ketinggian bukit ini begitu menakjubkan apalagi sat ini ia ditemani kopi yang berada di gelas plastik yang baru saja ia beli dari kakek tua bersepeda itu. Nara menarik napasnya pelan, menghirup udara Bogor yang tak dapat ia temui nanti di Jakarta sementara pikirannya tak pernah diam di tempat. Semalam, ah baru saja ia mengucapkan satu kata itu namun dengan cepat kata-kata yang lain sudah menumpuk di dalam kepalanya seolah memberi tanda begitu banyaknya kejadian yang ia lalui semalam. Semalam, setelah bertemu dengan Bharga meski rasa sesak masih berada di dalam d**a namun sedikit demi sedikit Nara telah merasa lega. Seperti perlahan namun pasti luka di hatinya tak begitu menusuk lagi, Nara telah memaafkan Bharga dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD