ke-duapuluhsatu

1041 Words

Pras pindah ke Sukabumi Sedari tadi Nara mengulang-ulang ucapan Kila di dalam pikirannya, entah di mana saja, kapan saja dan bagaimana saja caranya. Kata-kata itu selalu menempel di benaknya. Sekarang, pikiran Nara disulitkan dengan berbagai macam cara apa yang akan dia lakukan untuk setidaknya bisa menghubungi Pras dan memastikan kebenaran serta keberadaan Pras saat ini. "Nar?" Nara mengalihkan pandangannya yang sejak tadi berkelana, kini kembali menatap fokus laki-laki di hadapannya yang sedari tadi menunggu Nara berbicara atau menanggapi pembicaraannya. Gelas yang berisikan kopi di sebelah tangannya sudah tersesap habis tapi milik Nara yang berada di atas meja sana masih penuh dengan kepulan asap di atasnya. "Eh-eh iy-iya? Ada apa?" "Kamu kenapa sih? Dari tadi saya perhatiin kayak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD