"Ya Ayah..... Aku tahu. Aku akan fokus pada ujian semester kali ini. Valan? Ah ya, aku akan pastikan pewaris nakal ini belajar serius kali ini" Valan yang tengah mengendarai mobilnya mencebik kesal. Dia baru sembuh loh.... Baru bangkit lebih tepatnya. Kenapa dia perlu repot-repot mengambil ujian manusia yang ribetnya lebih dari mengatasi masalah baik bangsa vampire ataupun werewolf? Ah ya. Tentu saja dia harus belajar. Calon mertuanya ehem, sangat ketat mengenai hal ini. Dia meminta Valan untuk sempurna dalam segala hal. Termasuk urusan dunia manusia juga sebenarnya. Tapi, demi bersama Triqi apa memang yang tidak akan Valan korbankan? Dia bahkan sudah cukup tersiksa tidak bisa serumah lagi dengan Triqi. Menyesakan, rasanya seperti neraka saat Valan hanya bisa berduaan dengan pemuda mani

