Qian harap-harap cemas saat melihat Tritan tidak bereaksi apapun atas semua ucapannya. Padahal Georgiopun sudah membantu menjelaskan, namun hanya Tuhan yang tahu apa yang dipikirkan Tritan sekarang. Matanya memandang Val yang berdiri tidak jauh dari mereka. Lukanya sudah sembuh total, dan wajah datar itu, entah kenapa membuat Tritan muak. Pewaris asli kerajaan vampire itu mendengus. "Jadi? Kalau begitu aku hanya mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku kan?" ucapan dinginnya membuat terkejut banyak orang. Qian bahkan hanya bisa mengigit bibirnya. Kini dia bahkan bingung harus ada di pihak siapa saat kedua dominannya bertengkar. Ketakutannya menjadi kenyataan. Qian pada akhirnya tetap harus memilih salah satu. Tapi bisakah dia? Saat kini dia tidak bisa memutuskan seenaknya. Valan d

