INAD 44

1081 Words

Triqi terbangun di sebuah taman yang nampak begitu damai tanpa siapa pun di sana. Anginnya yang sejuk membuat Triqi melupakan segalanya sejenak, menutup matanya. Sebelum seseorang memeluknya erat dari belakang. Triqi terkejut melihat wajah tampan Valan yang tersenyum sambil memeluknya. Triqi tersenyum, ikut menyenderkan kepalanya pada bahu Valan seperti yang biasa dia lakukan. "Di mana ini?" Suara Triqi memecah keheningan yang ada. Valan tersenyum lembut, mengecup pipi Triqi sekilas lalu kembali menatap kedepan. "Entahlah. Aku pun belum terlalu yakin. Aku hanya merindukanmu, mengatakan maaf karena sebelumnya telah membentakmu dan..... menciummu untuk terakhir kalinya mungkin?" Triqi segera berbalik ketika mendengar kalimat terakhir Valan. Wajahnya mendadak panik, dia segera memeluk Va

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD