Untuk beberapa saat aku terpaku. Iqbal? Masuk rumah sakit? Padahal tadi sore aku masih bisa telponan dengan bunda menggunakan ponsel miliknya. Aku segera mencari benda pipih itu untuk mengetahui kabar Iqbal. Setelah dapat, aku segera memanggil nomor terakhir yang menghubungi. Nada sambung terdengar beberapa kali hingga panggilan terputus. Kuulang untuk yang kedua juga ketiga kalinya, hasilnya tetap sama, tak ada jawaban. "Ning, kamu tau dari mana?" tanyaku lesu. Kenapa Ningsih lebih tahu dariku? Kenapa dia orang pertama yang tahu? Aku merasa terbuang olehnya. "Tadi sore A Iqbal nelpon. Dia bilang mau pulang ke Bandung saat itu juga, katanya sih ada perlu. Setelah setengah jam kemudian, seseorang menelpon dengan menggunakan ponsel A Iqbal. Mungkin karena aku yang terakhir melakukan pang

