"Hei, ngapain ngelamun sendiri malam-malam begini!?" Aku dikagetkan oleh suara yang tak asing terdengar. Refleks mata ini mencari sumber suara. Rupanya, Rima yang mengagetkanku. Ia tengah duduk di atas motor dengan helm membalut kepalanya. Aku perkirakan dia baru keluar dari parkiran rumah sakit. "Eh, Rim. Kok, ada di sini?" tanyaku heran. "Iya, adik aku sakit. Aku jaga gilir sama mama. Mamaku bagian malam, kita baru tuker. Baru aku mau pulang." "Wah, kebetulan!" seruku girang. Tentu saja, aku merasa baru mendapatkan lotre. "Eh, kamu sendiri ngapain?" Rima balik bertanya. Matanya menyisir seluruh tubuhku dari kepala hingga ujung kaki. Mungkin dia heran dengan setelanku saat ini. "Iqbal masuk rumah sakit, aku baru mau pulang dari jenguk dia," jawabku cepat, sebelum ia bertanya hal la

