Jika tentang asmara, sepertinya kali ini aku yang paling kurang beruntung. Bukan karena tak ada yang suka, atau tak mau dekat. Orang sekelilingku pun tahu bagaimana para pria itu mendekat baik yang secara diam-diam maupun terang-terangan. Nadia sudah menjalani hubungannya, bahkan mereka lebih serius karena memutuskan untuk menikah saat Nadia sudah wisuda nanti. Kembarannya sendiri yakni Nadin, setelah aku bilang tak dekat lagi dengan Iqbal, ia berhenti membicarakan tentang dia. Entah, bagaimana jadinya tapi saat ini Nadi telah menjalin hubungan dengan kakak kelasnya sewaktu SMA. Hanya aku yang masih setia menyimpan rasa yang semakin mengakar. Aku pun tak bisa mengalihkan perhatian, hati ini seolah menuntut kesetiaan hingga nanti waktunya tiba. Katanya, indahnya seperti orang yang berbuka

