SEASON 1 JULIA Chapter 4 Nonton

979 Words
Chapter 4 Nonton Sudah hampir seminggu setiap malam antara jam 8 atau jam 9 Elias menghubungi Julia via telephone. Mereka bercakap cakap hingga 1 jam. Entah apa saja yang dibicarakan tapi Julia sudah terbiasa dengan rutinitas kegiatan menerima sambungan telephone tiap malam. Tiap malam Elias yang selalu menghubungi Julia terlebih dahulu dan Julia yang selalu mengakhiri percakapan. Jumat malam Elias seperti biasa menelphone Julia, Setelah ngobrol beberapa lama tiba tiba Elias mengajak Julia untuk menonton film di bioskop besok siang. "Julia, besok siang kita nonton yuk, ada film baru yang bagus, saya denger dari teman teman katanya film nya lagi booming" Julia berpikir apakah mengiyakan atau menolak ajakan Elias, tapi Julia merasa dengan adanya pertemuan ini ia bisa segera mengakhiri atau melanjutkan acara perjodohan yang membebaninya. ""Besok siang jam berapa?" "Sekitar jam sebelas saya jemput ke rumah kamu bagaimana?" "Kita nonton di mal terdekat daerah rumah kamu saja" "Denger denger sih susah dapat tiketnya, antriannya panjang" "Ok kalau begitu, jam 11 an Elias datang jemput saja" Akhirnya Julia memilih setuju dengan pertemuan ini. Sabtu siang sekitar jam sebelas kurang lima belas Elias menelphone memberitahu kalau ia sudah sampai depan rumah. Julia segera keluar kamar menuju pintu pagar membuka pintu untuk Elias. Julia lumayan kaget ketika bertemu Elias. Wajah Elias tidak terlalu tampan tapi menarik, tinggi badan tidak terlalu tinggi dan agak sedikit berisi. Julia tidak tahu apakah setelah bertemu Elias, ia merasa tertarik pada pria tersebut. Julia selama ini memiliki kriteria pacar idaman. Sedangkan Elias sama sekali tidak masuk dalam kriteria tersebut. Tapi Elias terlihat tertarik dengan penampilan Julia, saat bertemu Julia memakai sweater putih lengan panjang berkerah sabrina dengan celana panjang jeans. Julia terliat manis dan modis. Julia mengajak Elias bertemu dengan orang tuanya. Papa dan mama sedang duduk di ruang tamu menonton televisi. Elias menyapa " Om, tante saya Elias anak pak Johny " Papa dan mama mengangguk, papa mengatakan kalau Elias memiliki wajah seperti pak Johny. Papa bertanya bagaimana kabar pak Johny dan istrinya, karena sudah lumayan lama tidak bertemu. Elias mengatakan mereka semua sehat sehat saja. Papa bercerita " Saya dan papa kamu teman sekolah ketika masih di kampung. Papa kamu dulu terkenal sebagai anak yang nakal. Ia suka mencari keributan dan ia termasuk salah satu anak yang disegani" "Papa kamu apakah masih ikut mengurusi perusahaan?" "Tidak om, papa saya sudah pensiun sejak umur lima puluh tahun" "Cepat amat pensiunnya, sekarang apa yang di lakukan papa kamu setelah tidak bekerja lagi?" "Papa paling pergi mengunjungi temannya atau kumpul kumpul karoke bersama sahabatnya" Papa dan mama bergantian bertanya dan bertukar cerita dengan Elias. Elias menjawab semua pertanyaan yang di ajukan, tapi kadang kadang Elias hanya tersenyum ketika mendengar kelakuan papanya ketika masih muda dan menimpali sedikit cerita mengenai papanya. Papa dan mama juga bertanya bagaimana usaha Elias apakah berjalan lancar dan bagaimana kabar saudara saudara Elias. Elias termasuk orang yang mudah bergaul dan suka membuat percakapan lebih menarik. Sehingga yang mendengarkan merasa tertarik untuk terus mendengarkan. Julia hanya duduk diam di sofa sambil menonton televisi, ia hanya kadang mendengarkan tanpa ikut dalam pembicaraan. Karena tidak mengerti dan tertarik dengan cerita mereka, Julia mengonta ganti chanel tv. Papa dan mama terlihat asyik mengobrol dengan Elias tanpa menghiraukan Julia. Mereka seolah olah melupakan anak gadisnya yang duduk bersama mereka. Julia berkali kali menenggok ke arah jam dinding. Obrolan mereka sudah hampir satu jam tapi belum ada tanda untuk selesai. Elias sepertinya menyadari ekspresi Julia yang terlihat bosan dengan percakapan tersebut segera bertanya ke Julia "Julia,apakah kamu sudah siap? kita harus segera berangkat karena takut kehabisan tiket bioskop, soalnya filmnya lagi trending jadi banyak yang mau nonton" Julia terkejut dengan pertanyaan Elias yang tiba tiba. Julia segera mengalihkan matanya dari tv ke arah Elias. Ia lansung menjawab "oh, sudah mau jalan sekarang?" "Pa, ma, Julia mau jalan dulu yah sama Elias takut kehabisan tiket"Julia meminta ijin ke orang tuanya "Yah sana kalian segera jalan takut macet juga, biasa hari sabtu jalanan macet di mana mana." jawab mama "Om, tante saya mau ajak Julia nonton, kami jalan dulu " Elias meminta ijin ke papa dan mama Julia. "Kalian jangan pulang terlalu malam dan hati hati di jalan" mama mengingatkan "Baik tante" Papa dan mama mengantar mereka keluar ke arah mobil yang terparkir di depan rumah. Julia dan Elias segera berjalan memasuki mobil BMW Elias. Selama perjalanan mereka hanya ngobrol yang ringan ringan saja. Elias lebih banyak berbicara dibandingkan Julia. Ia lebih banyak mendengarkan cerita dari Elias. Berhubung hari ini hari sabtu sehingga banyak muda mudi yang keluar untuk berpacaran, jalanan macet di mana mana. Biasa jarak dari rumah Julia hanya memerlukan waktu tiga puluh menit harus di tempuh dalam waktu satu jam lebih. Setelah Elias memarkir kendaraan mereka, ia dan Julia segera menuju bioskop. Di depan loket penjualan tiket sudah panjang antriannya. Ternyata film yang akan mereka tonton benar benar terkenal. Julia sebenarnya kurang menyukai tema film super heroes yang akan mereka tonton. Tapi ia juga penasaran dengan film yang banyak di bicarakan orang selama minggu ini. Hampir semua teman temannya sudah menonton film ini. Dalam beberapa hari ini setiap grup chat teman temannya selalu membahas soal film ini. Julia juga tidak mau kalau teman temannya berdiskusi membahas film ini diri nya hanya benggang benggong saja tanpa berkomentar atau ikut serta dalam obrolan mereka. Film ini baru mulai di tayangkan minggu ini tapi antusias penonton sangat tinggi. Mungkin mereka penggemar atau fans setia super heroes ini. Mengantri selama 20 menit akhirnya mereka mendapatkan tiket dan harus menunggu 20 menit lagi untuk masuk ke dalam studio. Julia menuju cafe depan loket tiket untuk membeli popcorn dan minuman, merasa tidak enak di traktir menonton jadi ia berinisiatif membeli sesuatu. Ketika ia mengeluarkan dompet untuk membayar tiba tiba Elias segera menyodorkan uang ke kasir sebelum Julia melakukan pembayaran. "Biar saya saja yang bayar" Julia berkata "Tidak apa apa" jawab Elias Julia tidak bisa berbuat apa apa akhirnya memasukan kembali dompetnya ke dalam tas.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD