SEASON 1 JULIA Chapter 5 Makan malam

1074 Words
Chapter 5 Makan malam Karena mendapat posisi kursi yang agak depan, Julia merasa tidak nyaman. Biasa kalau ia menonton bersama teman temannya selalu memilih posisi kursi bagian agak belakang. Julia kurang menyukai plot cerita film ini, ia merasa binggung kenapa banyak orang yang menyukai film ini. Memang aktor pemain film nya semua ganteng dan macho, tapi filmnya lebih banyak adegan fighting jadi Julia merasa yang fans film ini mungkin hanya tertarik dengan wajah dan fisik aktornya saja. Julia dari kecil tidak tertarik dengan super heroes. Dia tidak mengikuti perkembangan super heroes. Hanya beberapa nama karakter super heroes yang ia tahu. Julia melirik ke arah Elias, ia melihat Elias terlihat menikmati film yang mereka tonton. Mungkin karena semua pria menyukai sesuatu yang berbau super heroes dan film film yang mengandung adegan fighting. Setelah selesai menonton hampir 2 jam, Elias mengajak Julia makan malam di salah satu resto di mal. Elias memilih resto yang menyajikan hidangan chinesse food, ia meminta Julia memesan. Julia melihat buku menu dan memesan udang saus mayones, sapo tahu dan sapi lada hitam serta orange jus dan nasi putih. Sambil menunggu makanan datang, Elias membahas soal film yang barusan mereka tonton. Julia hanya sekali kali menimpali cerita Elias, ia lebih banyak menyimak saja. Ketika makanan datang mereka segera menyantapnya. Setelah selesai makan mereka kembali mengobrol ringan mengenai keluarga masing masing. Perusahaan yang dikelolah oleh Elias ternyata perusahaan keluarga. Kedua kakak laki laki Elias ikut memegang posisi direktur. Simon kakak pertama Elias memegang posisi direktur operasional. Ia dan istrinya Lea memiliki tiga anak laki laki. Bobby kakak kedua memegang posisi direktur pemasaran dan Elias sebagai direktur produksi. Ia dan istrinya Merry memiliki dua anak perempuan dan satu anak laki laki. Tempat tinggal mereka semua berdekatan dengan rumah orang tua Elias. Elias sendiri tinggal bersama orang tua nya. Jika Elias menikah keluarga kecilnya tetap tinggal bersama orang tua mereka. Julia tidak bisa menduga ini karena Elias anak kesayangan atau memang sudah di rencanakan dari awal Elias sebagai anak lelaki bungsu bertanggung jawab mengurusi orang tua mereka. Mengenai perusahaan milik mereka ternyata awal mulanya di bangun oleh orang tua mereka dan sekarang dilanjutkan dan dikelolah oleh anak anak. Orang tua Elias sudah pensiun dan menikmati hari tua dengan santai. Hanny adik perempuan Elias sekeluarga tinggal di Surabaya. Mereka memiliki perusahaan kecil. Elias menceritakan anggota keluarganya serta kehidupan mereka. Setelah mendengar cukup banyak, Julia tiba tiba bertanya ke Elias, "Oh iya kenapa semua saudara Elias sudah berkeluarga tapi Elias sampai sekarang belum berkeluarga padahal Elias sudah mapan?" "Karena belum ketemu jodohnya dan belum ada yang cocok. Selain itu saya juga sibuk bekerja hingga tidak ada waktu untuk mencari pasangan" "Mengapa tidak meminta kakak atau adik bahkan teman mengenalkan calon untuk Elias?" "Saya tidak mau bohong, memang saya sudah beberapa kali dikenalkan dengan beberapa calon oleh mereka. Tapi setelah berkenalan dan beberapa kali bertemu mencoba untuk lebih saling mengenal lebih jauh ternyata saya merasa tidak cocok dengan mereka" "Mungkin kriteria calon pasangan Elias terlalu tinggi?" "Tidak juga, tapi hampir semua pria pasti melihat fisik pertama kali, selanjutnya baru kepribadiannya" "Pasti semua pria menginginkan pendamping yang penampilannya menarik dan memiliki kepribadian yang baik" "Tapi apakah Elias pernah menjalin hubungan serius dengan seseorang?" "Dua kali, pertama ketika smp dan ke dua ketika sma tapi itu mungkin dianggap hubungan tidak serius alias cinta monyet" "Hanya dua kali ketika masih sekolah?setelah itu tidak pernah pacaran lagi?" tanya Julia "Benar, ada beberapa teman wanita yang dekat tapi hanya sebatas teman saja, ngomong ngomong bagaimana dengan hubungan Julia?" "Tiga kali, pertama ketika sma, kedua waktu kuliah dan terakhir lima tahun yang lalu" "Mengapa putus dengan yang terakhir?" "Yah karena sudah tidak cocok" Julia memberikan jawabannya. Ia merasa tidak perlu memberitahukan alasan yang sebenarnya. "Mengapa tidak menjalin hubungan baru padahal sudah putus lima tahun yang lalu, Julia memiliki penampilan yang menarik dan cantik pasti banyak pria yang tertarik, apakah kriteria Julia dalam memilih pasangan sangat tinggi? tanya Elias Julia tertawa mendengar pertanyaan Elias, sebenarnya ia sendiri binggung harus jawab apa, ia tidak tau apa yang dicari selama ini dalam mencari pasangan hidup. "Mana mungkin banyak yang tertarik, masih banyak cewe cewe yang lebih cantik dan menarik juga lebih muda, tidak ada yang terkesan dengan saya" jawab Julia. "Wah, kamu terlalu merendah, kamu cantik dari tadi semenjak kita sampai di mal saya liat banyak cowo cowo yang melirik Julia, saya merasa bangga jalan dengan Julia, bisa jalan berdampingan dengan cewe yang menarik banyak perhatian orang suatu kebanggaan loh" Elias menjelaskan "He he he bisa aja Elias bikin Julia malu, nga mungkin ada yang melirik Julia mungkin mereka melihat ke orang lain di dekat Julia atau melihat sesuatu tapi bukan melihat Julia loh" sanggah Julia "Tapi benar kok kamu ini cantik dan menarik, saya sumpah banyak yang melihat ke kamu loh" Julia hanya senyum senyum saja mendengar pujian Elias, ia menyadari kalau dirinya memang lumayan menarik, tapi Julia tidak pernah menyombongkan diri. Dia sudah terbiasa menerima pujian atau mendapatkan tatapan memuja dari lawan jenis. Julia juga tahu kalau Elias tertarik padanya. Ia tidak dapat berbuat apa apa terhadap pemujanya. Julia hanya menganggap Elias teman yang enak di ajak ngobrol tapi hanya itu saja. Elias terlihat berusaha menarik simpatik dari Julia, ia mencoba berbagai cara supaya Julia tertarik padanya. Mereka ngobrol santai mengenai masa sekolah dan kejadian kejadian lucu yang telah terjadi selama kehidupan mereka. Julia melihat ke arah jam tangannya, ternyata sudah jam setengah delapan malam, tidak terasa sudah malam. Ia tidak tau apakah karena ngobrol dengan Elias mengasyikan sehingga waktu berlalu dengan cepat. Elias yang melihat Julia melihat jam tangannya ikut memeriksa jam tangan di tangannya sendiri. "Wah sudah jam setengah delapan malam, nga terasa yah waktu cepat sekali berlalu" "Saya senang bisa ngobrol santai dengan Julia, ngobrol dengan kamu sangat nyaman dan menyenangkan" "Jadi malas kalau harus pulang, tapi kita sudah janji sama orang tua kamu untuk tidak terlalu malam pulangnya" "Iya saya juga senang bisa ngobrol santai dengan Elias" jawab Julia. "Kita harus segera balik takut kemalaman, rumah Elias kan lumayan jauh dari rumah saya" Mereka lalu meninggalkan resto menuju ke parkiran. Selama perjalanan pulang, di dalam mobil mereka melanjutkan ngobrol ngobrol hingga sampai depan rumah Julia. Walau sudah malam jalanan masih ramai dan macet, tapi karena obrolan mereka membuat perjalanan tidak terasa membosankan Elias tidak memarkir mobilnya, ia hanya menurunkan Julia saja, Julia mengucapkan terima kasih atas makan malam dan acara nonton mereka, lalu mereka saling mengucapkan salam perpisahan. Setelah melihat Julia memasuki rumahnya dan menutup pintu pagar, Elias langsung melanjutkan perjalanan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD